- Home
-
- Luar Negeri
-
- Howard Lutnick Akan Bersik...
Howard Lutnick Akan Bersikap Lebih Keras ke Tiongkok
Kamis, 21 Nov 2024, 01:10 WIBWASHINGTON â Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, pada hari Selasa (19/11), menominasikan Howard Lutnick, wakil ketua tim transisinya, sebagai menteri perdagangannya, sebuah pilihan yang akan membawa sikap lebih keras terhadap Tiongkok dari pemerintahan yang akan datang.
Dikutip dari The Straits Times, Lutnick juga akan memimpin agenda tarif impor dan perdagangan negara tersebut, dengan tanggung jawab langsung tambahan untuk Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat.
Tarif merupakan bagian utama dari agenda ekonomi Trump, dan ia telah menjanjikan bea masuk yang besar pada semua impor ketika ia kembali ke Gedung Putih.
Lutnick adalah kepala eksekutif perusahaan jasa keuangan Cantor Fitzgerald, dan sekutu Trump yang awalnya disebut-sebut sebagai calon terdepan untuk menteri keuangan.
Namun, ia malah ditunjuk untuk memimpin perdagangan, departemen yang lebih kecil yang berupaya meningkatkan industri AS dan memiliki peran penting dalam kebijakan untuk menopang sektor semikonduktor AS dan mengurangi ketergantungan pada Asia.
Kontrol Ekspor
Di bawah Presiden Joe Biden, Departemen Perdagangan meningkatkan kontrol ekspor pada teknologi penting seperti komputasi kuantum dan barang-barang manufaktur semikonduktor, dengan tujuan untuk mencegah akses oleh musuh seperti Beijing. Pemerintahan Trump dapat memperkeras sikap ini.
Lutnick, selama kampanye Pemilu AS, telah menyatakan dukungannya terhadap tarif sebesar 60 persen pada barang-barang Tiongkok, di samping tarif sebesar 10 persen pada semua impor.
Keduanya termasuk dalam usulan yang diajukan Trump, dengan kandidat dari Partai Republik tersebut menyasar negara-negara yang telah âmerampok kita selama bertahun-tahunâ.
Pada masa jabatan pertama Trump, ia terlibat dalam perang tarif dengan Tiongkok, dengan Kantor Perwakilan Dagang AS mengeluarkan bea masuk atas impor dari ekonomi terbesar kedua di dunia.
Lutnick sebelumnya juga menyesalkan hilangnya pekerjaan manufaktur di Amerika Serikat dan alih daya ke Tiongkok. "Saya sepenuhnya mendukung Donald Trump," kata Lutnick kepada podcaster Anthony Pompliano pada bulan Oktober.
Dalam wawancara yang sama, ia mengecam mobil listrik sebagai âomong kosong kaum elite pesisirâ dan menyalahkan Tiongkok sebagai sumber fentanil di Amerika Serikat.
Obat mematikan ini, yang berkali-kali lebih kuat daripada heroin, bertanggung jawab atas puluhan ribu kematian akibat overdosis setiap tahunnya. âTiongkok menyerang Amerika dari dalam perutnya,â tuduhnya.
Lutnick awalnya dijagokan untuk mengepalai Departemen Keuangan, tetapi perebutan posisi tersebut terungkap ke publik akhir pekan lalu.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Wali Kota: Bandoeng 10K Dongkrak Wisata, Ekonomi, dan Kolaborasi Antarkota
-
Trump Sebut Kesepakatan dengan Iran Bisa Ditandatangani di Eropa Dalam Beberapa Hari ke Depan
-
AS dan Iran Tandatangani MoU, Lalu Lintas Selat Hormuz Dibuka
-
Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Presiden Taiwan Buka Suara Usai Pertemuan Trump-Xi Jinping: Kami Bukan Bagian dari RRT
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.