BRIN Jelaskan Manfaat Penggunaan Teknologi Terhadap Praktik Akuakultur
Selasa, 19 Nov 2024, 22:39 WIBPerekayasa Ahli Madya Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dini Fronitasari mengatakan penerapan teknologi dalam praktik akuakultur (smart aquaculture) memiliki manfaat terhadap efektivitas serta efisiensi manajemen kualitas air.

"Melalui inovasi teknologi yang terkini dan teknologi yang menggunakan AI itu memungkinkan untuk me-monitoring dan memanajemen, sehingga proses dalam ekosistem akuatik ini akan lebih efektif dan efisien," kata Dini dalam diskusi yang dipantau secara daring di Jakarta pada Selasa.
Menurut dia, implementasi teknologi dalam industri akuakultur dapat memberikan kontribusi positif terhadap sejumlah hal, di antaranya pengawasan kualitas air, pengurangan limbah, kesehatan organisme akuatik, pemulihan lingkungan, dan efisiensi energi serta sumber daya.
Salah satu penerapan teknologi dalam akuakultur ada purwarupa (prototype) sistem pengawasan kualitas air yang memanfaatkan Internet of Things (IoT) dan sistem pemantauan berbasis komputer SCADA yang dikembangkan oleh salah satu kelompok riset di BRIN yang dipimpin Dini.
Ia menjelaskan, dengan memanfaatkan dua teknologi tersebut, sistem ini memungkinkan identifikasi terhadap sejumlah indikator penting dalam mengukur kualitas air di antaranya tingkat kejernihan, kadar ion hidrogen (pH), oksigen terlarut, dan temperatur air.
Menurut Dini, riset terkait teknologi dalam industri akuakultur bertujuan untuk meningkatkan manajemen pakan, pemantauan kualitas air, kontrol lingkungan, serta integrasi berbasis data untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.
Dengan pendekatan berbasis teknologi, kata dia, diharapkan dapat memberikan banyak manfaat serta meningkatkan efisiensi dalam praktik-praktik akuakultur dibandingkan dengan menggunakan metode tradisional.
"Kalau kita bisa menerapkan akuakultur dengan menerapkan teknologi tentu saja produktivitas dan efisiensi itu sangat bisa di scale up daripada kita melakukan praktik akuakultur yang sifatnya tradisional," ujar Dini.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Akuakultur
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
IHCBS 2026 Bidik Produktivitas SDM Berbasis AI
-
Cari Rumah Murah? Danantara Housing Expo 2026 Hadirkan Hunian Mulai Rp380 Juta
-
Hasil Liga Champions: Thibaut Courtois Tampil Gemilang, Real Madrid Susah Payah Kalahkan Inter Milan 2-1
-
Kemarau Makin Parah! 45 Desa di Purwakarta Kesulitan Dapat Air Bersih
-
Film Spider-Man Brand New Day: Ujian Terberat Bagi Peter Parker
-
QRIS Makin Ngetren, Pengguna di Jateng Tembus 9,08 Juta
-
Indonesian Fashion Chamber Gelar Show "Quiet Defiance" di BRI JF3 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.