- Home
-
- Luar Negeri
-
- Jepang Prihatin Kehadiran ...
Jepang Prihatin Kehadiran Tentara Korut di Kursk
Senin, 18 Nov 2024, 02:20 WIBKYIV â Menteri luar negeri Jepang pada Sabtu (16/11) memperingatkan bahwa masuknya pasukan Korea Utara (Korut) ke konflik Ukraina akan menimbulkan dampak yang sangat signifikan terhadap keamanan Asia timur.
Hal itu diutarakan Menteri Luar Negeri Takeshi Iwaya saat berada di Ukraina setelah beberapa pekan menerima laporan bahwa Pyongyang telah mengirim ribuan tentara ke Russia, sementara Barat dan Ukraina mengatakan tentara Korut sudah beroperasi di wilayah perbatasan Kursk Russia.
Jepang telah bergabung dengan Korea Selatan (Korsel) dalam mengutuk Korut karena mendukung Moskwa.
âHal ini tidak hanya akan memperparah situasi di Ukraina, tetapi juga memiliki implikasi yang sangat signifikan terhadap situasi keamanan di Asia timur,â kata Menlu Iwaya. âKami sangat prihatin dengan perkembangan ini dan mengutuk keras,â imbuh dia.
Saat di Ukraina, Menlu Iwaya menyempatkan diri mengunjungi Bucha, sebuah kota di luar Kyiv tempat pasukan Russia diyakini telah melakukan kekejaman serius terhadap warga sipil selama pendudukan singkat di awal perang.
Ia mengatakan bahwa sikap negaranya tetap tidak berubah yaitu Jepang akan berdiri berdampingan dengan Ukraina.
Menlu Iwaya juga mengatakan bahwa ia telah sepakat dengan mitranya dari Ukraina, Andrii Sybiha, agar Tokyo dan Kyiv mengadakan dialog kebijakan keamanan tingkat tinggi bilateral, termasuk penguatan kerja sama bilateral dalam pembagian informasi intelijen mengenai keamanan.
Sekretariat Trilateral
Sementara itu para pemimpin Korsel, Amerika Serikat (AS), dan Jepang, pada Jumat (15/11) lalu mengumumkan pembentukan sekretariat untuk kerja sama trilateral serta mengecam keras keputusan Korut dan Russia yang meningkatkan perang Moskwa secara berbahaya di Ukraina, saat mereka bertemu di sela-sela pertemuan multilateral di Peru.
Presiden Korsel, Yoon Suk-yeol, Presiden AS, Joe Biden, dan Perdana Menteri Jepang, Shigeru Ishiba, mengeluarkan pernyataan bersama itu setelah mereka menggelar pertemuan trilateral di Lima, Peru di sela-sela gelaran KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC).
Mereka menyatakan bahwa sekretariat baru itu Ânantinya akan menjadi wadah untuk memastikan tugas yang dilakukan bersama dapat selaras dengan tujuan dan implementasi untuk menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan yang Âberkembang, terhubung, tangguh, stabil, dan aman.
Presiden Yoon menekankan pembentukan sekretariat trilateral itu untuk mengkoordinasikan dan Âmengimplementasikan komitmen bersama sebagai langkah penting untuk memperdalam kerja sama.
Sedangkan PM Ishiba menggemakan pentingnya kolaborasi trilateral dalam mengatasi tantangan regional, terutama ancaman yang ditimbulkan oleh Korut. AFP/KBS/I-1
Berita Terkait:
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Bakal Guyur Sebagian Besar Wilayah Indonesia pada Minggu
-
Jaga Jakarta, Pramono Anung: Jakarta Tetap Aman Meski Dunia Sedang Bergolak
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
Pelatihan Kendarai Becak Listrik Bantuan Presiden
-
Mudik Gratis DKI 2026 Dibuka: Link Pendaftaran, Syarat, dan Daftar 20 Kota Tujuan
-
Kepala Intelijen Ukraina Mundur, Zelenskyy Buat Operasi Asimetris Lebih Agresif ke Russia
-
Film Animasi “KPop Demon Hunters” Raih Dua Penghargaan di Oscar 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.