Dialog Kebangsaan : Jejak Sejarah Lagu Indonesia Raya & Inspirasinya untuk Membangun Nasionalisme di Kalangan Generasi Muda

Jumat, 15 Nov 2024, 17:30 WIB

1731666380_00772cd7f28c33e617a0.jpg

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, acara Dialog Kebangsaan digelar di kampus Universitas Esa Unggul dengan tema “Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sejarah Penciptaan & Perannya dalam Membangun Nasionalisme.” Acara ini menghadirkan diskusi mendalam tentang makna dan sejarah lagu kebangsaan, mengajak generasi muda menghidupkan kembali semangat cinta tanah air, serta merawat nilai-nilai nasionalisme di era modern.

Ket. Foto: Politisi Perempuan Angkie Yudistia (kanan), Aktivis Pendidikan Informal Ibu Kembar: Sri Rossyati (kir) menjadi pembicara dalam Dialog Kebangsaan Hari Pahlawan di Jakarta, Jumat (15/11). — Sumber: Koran Jakarta/M. Fachri

Dalam diskusi ini, diungkap sejarah lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dan dipublikasikan pada 10 November 1928. Lebih dari sekedar melantunkan kembali lagu kebangsaan, acara ini berusaha menggali sejarah dan makna di baliknya, serta membangun kesadaran bahwa lagu Indonesia Raya adalah simbol persatuan dan panggilan bagi seluruh bangsa Indonesia.

1731666108_f8411058c8b07314e599.jpg

Yudi Latif, Ph.D., cendekiawan Indonesia, yang menjadi keynote speaker dalam acara menyampaikan pemikirannya mengenai peran lagu Indonesia Raya dalam membangkitkan nasionalisme. “Lagu Indonesia Raya bukan hanya simbol patriotisme, tetapi juga pengingat akan identitas dan semangat perjuangan bangsa,” ungkap Yudi. Ia menekankan pentingnya melihat lagu Indonesia Raya sebagai sumber inspirasi yang harus terus dihidupkan dalam jiwa generasi muda.

Sementara Sari W. Pramono, Pembina dan Penasihat Kolaborasi Perempuan Indonesia, sebuah gerakan inspiratif yang menyatukan perempuan-perempuan dari berbagai organisasi di Indonesia untuk bersama-sama mendorong perubahan positif; Menyatakan dalam sambutannya, “Berbekal keberagaman, pengalaman dan keahlian, kami bersinergi memperjuangkan kesetaraan, pemberdayaan, dan hak-hak perempuan, serta menciptakan ruang inklusif yang kuat bagi masa depan”. Terkait tema dialog, Sari menambahkan, “Perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam menanamkan rasa cinta tanah air kepada generasi berikutnya, dan hal ini perlu terus diperkuat,”

1731666109_4556413c5494b8b1b128.jpg

Acara ini juga dihadiri pembicara-pembicara, Didi Kwartanada, sejarawan; Angkie Yudistia, politisi perempuan; Ibu Kembar: Sri Irianingsih & Sri Rossyati, aktivis Pendidikan informal; serta Dr. Siti Mariam,A.Md.Ptk., S.Pt. M.H, dosen Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Esa Unggul, berhasil menghadirkan diskusi yang mendorong para peserta untuk melihat Indonesia Raya sebagai bukan sekadar lagu, melainkan simbol pemersatu yang berharga. Lagu kebangsaan ini akan terus menginspirasi, mengingatkan kita untuk merawat persatuan, meresapi budaya bangsa, dan menjaga warisan luhur dalam berbagai peran yang diambil oleh generasi muda dan perempuan Indonesia.

Dialog Kebangsaan di Universitas Esa Unggul ini diharapkan dapat membangun antusiasme baru di kalangan generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan kebangsaan. Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah Indonesia Raya, para peserta diharapkan mampu menghargai pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi bangsa.

Harapannya, acara ini tidak hanya sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi panggilan bagi setiap anak bangsa untuk terus berkontribusi dalam memajukan Indonesia.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Tim Koran Jakarta

Berita Terbaru

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

Kemenbud Fokus Pulihkan Warisan Budaya dari Desa Adat Sade Pasca Kebakaran 

Ada Apa dengan Rekening Dana Aliansi Masyarakat Pati Bersatu? Polda Metro Jaya Jelaskan

Heboh Rekening Aktivis Pati Diduga Diblokir, DPR Buka Suara dan Hubungi Bank

Parkir Rp60.000 per Jam Bikin Geger, Ini Respons Pramono

Udara Jakarta Terancam Polusi, Pramono Minta Masyarakat Hentikan Kebiasaan Bakar Sampah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.