Gunung Lewotobi Laki-Laki Erupsi, Batas Zona Bahaya 7 Km
Senin, 04 Nov 2024, 09:20 WIBJAKARTA - Batas zona bahaya untuk aktivitas masyarakat berada pada radius tujuh kilometer dari puncak Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang statusnya diumumkan meningkat dari level III menjadi level IV (Awas) oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Senin (4/11) pagi.
"Kami rekomendasikan untuk tidak ada aktivitas apapun dalam radius tujuh kilometer dari pusat erupsi," kata Kepala Badan Geologi M Wafid dalam keterangan di Jakarta.
Badan Geologi menjabarkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lewotobi dalam beberapa hari terakhir, hingga Jumat (1/11) terjadi erupsi dengan tinggi kolom erupsi mencapai 1.500-2.000 meter di puncak. Pada periode ini juga terekam gempa getaran banjir yang terjadi di Desa Dulipali, Kecamatan Ille Bura, Flores Timur.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur melaporkan setidaknya delapan orang meninggal dunia di Kecamatan Walanggitang akibat peningkatan aktivitas erupsi gunung Lewotobi Laki-Laki ini.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Badan Geologi di Desa Pululera, Kecamatan Walanggitang mendapati adanya tumpukan material lava pada bagian timur laut yang pergerakannya sangat lambat, dari citra satelit Sentinel 2 juga terlihat material yang berpotensi menjadi lahar di area utara dan timur kawah Gunung Lewotobi Laki-laki.
Bahkan terbaru hasil pengukuran petugas menggunakan drone tercatat jarak aliran lava berada di sekitar 4,3 kilometer dari pusat kawah gunung api itu. Pengaruh kemiringan lereng dan suhu lava yang masih tinggi memungkinkan lava dapat bergerak meskipun sangat perlahan.
Di saat yang sama juga tercatat kenaikan gempa vulkanik dalam dan dangkal, yakni sebanyak 119 kali gempa vulkanik dalam, 19 gempa vulkanik dangkal dan 6 kali gempa tremor harmonik yang berlanjut sampai Sabtu (2/11). Sebelumnya jumlah vulkanik dalam rata-rata 10-12 kali dalam sehari. Gempa frekuensi rendah masih terekam pada periode ini mengindikasikan adanya aliran magma menuju permukaan.
Masyarakat yang berada di radius tujuh kilometer atau lebih dekat, juga patut mewaspadai potensi banjir lahar dingin pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi terutama daerah Desa Dulipali, Padang Pasir dan Nobo.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Menhut Tegaskan Perlunya Penguatan Polisi Hutan untuk Tekan “Ilegal Logging”
-
Gunung Sakurajima di Jepang Meletus, Lontarkan Gumpalan Abu dan Asap Setinggi 4.400 Meter
-
Warga Banyumas Tolak Aktivitas Pertambangan di kaki Gunung Slamet karena Rusak Lingkungan
-
Dengan Manajemen yang Solid, BSN Optimistis Tampilkan Kinerja Gemilang pada 2026
-
PLN EPI Kembangkan Gasifikasi Biomassa: Karimun Jadi Pilot Project Dedieselisasi Nasional
-
Pengecekan Legalitas 1.085 Batang Kayu Bulat di Sungai Kapuas
-
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Lagi, Waspada! Ancaman Lahar Dingin Mengintai
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.