Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ayo Gencarkan Sosialisasi ke Warga agar Gemar Konsumsi Buah Lokal

📅 Sabtu, 02 Nov 2024, 00:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ayo Gencarkan Sosialisasi ke Warga agar Gemar Konsumsi Buah Lokal Doc: ANTARA/Laily Rahmawaty
Ket. Pedagang buah di Kota Batam, Kepulauan Riau masih menjual anggur Shine Muscat, Jumat (1/11/2024).

Batam - Dinas Pangan dan Pertanian (Dispantan) Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau menyosialisasikan konsumsi buah lokal sebagai salah satu upaya melindungi masyarakat dari residu pestisida yang berasal dari buah-buahan impor.

"Kami sudah melakukan imbauan kepada masyarakat sambil mengedukasi mereka sekaligus mendorong pangan-pangan lokal, buah lokal, dan sebagainya," kata Kepala Dispantan Karimun Sukrianto Jaya Putra kepada ANTARA di Batam, Jumat.

Sejak pemberitaan ditemukan dugaan residu pestisida di atas batas aman pada anggur Shine Muscat yang diimpor dari China, Dispantan Karimun telah melakukan sejumlah langkah-langkah antisipatif dan pengecekan.

Sukri mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Kepri untuk melakukan tes kadar residu pestisida pada anggur tersebut.

"Hasil pengecekan ini disampaikan ke Badan Pangan Nasional, bahwa residu diduga masih dalam batas aman," ujarnya.

Koordinasi juga dilakukan dengan BPOM selaku pengawasan, namun untuk produk segar merupakan kewenangan dari Dinas Pangan dan Pertanian.

Dia menyebut, hampir sebagian besar produk pangan di Karimun dipasok dari Pulau Batam. Hasil koordinasi dengan Dinas Pangan Batam juga telah dilakukan pengawasan terhadap produk pangan segar, sehingga Sukri meyakini bahwa anggur Shine Muscat yang beredar di Karimun sudah melalui pemeriksaan dan pengawasan dan aman untuk dikonsumsi.

"Kalaupun mau dikonsumsi, kami juga menyarankan kepada masyarakat untuk terlebih dahulu mencucinya dengan air bersih, dan air hangat, atau air garam," katanya.

Dispantan menerjunkan petugas di lapangan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait hal tersebut kepada masyarakat.

"Di Karimun kami juga berkoordinasi dengan kesatuan karantina yang memiliki kewenangan pengawasan produk pangan segar. Kalau untuk penarikan buah anggurnya belum dilakukan, karena berdasarkan hasil laporan masih dalam batas aman," kata Sukri.

Sebelumnya, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan anggur Shine Muscat aman dikonsumsi setelah uji cepat (rapid test) residu pestisida bersama Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) menunjukkan hasil yang memenuhi standar keamanan pangan.

Meskipun hasil pengujian cepat menunjukkan anggur tersebut aman dikonsumsi, Bapanas juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan "good practices", antara lain denganmemilih anggur yang memiliki izin edar dan mencuci dengan air mengalir yang bersih sebelum dikonsumsi.

Di sisi lain, Bapanas juga menggencarkan sosialisasi ataupun ajakan untuk mengonsumsi buah lokal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.