Kemenkop Usulkan agar Koperasi Dilibatkan dalam Swasembada Pangan
Jumat, 01 Nov 2024, 00:02 WIBJakarta - Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyatakan bahwa Kementerian Koperasi akan mengusulkan agar nantinya koperasi-koperasi di sektor produktif yang memproduksi pangan dapat dilibatkan dalam program makan bergizi hingga swasembada pangan.
Menurut Ferry, langkah ini sejalan dengan visi untuk memperkuat peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
"Kami harap koperasi bisa menjadi bagian dalam pelaksanaan program swasembada pangan hingga program makan bergizi. Ini kami yakin dapat ikut serta menggerakkan roda perekonomian masyarakat," kataFerrydalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis.
Swasembada pangan menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Prabowo meyakini Indonesia bisa mencapai swasembada pangan paling tidak empat hingga lima tahun ke depan.
Dalam program Astacita yang dicanangkan untuk lima tahun mendatang, Prabowo-Gibran telah memiliki beberapa program kerja yang akan dilakukan untuk mewujudkan swasembada pangan, di antaranya melanjutkan dan menyempurnakan program kawasan sentra produksi pangan ataufood estate secara berkelanjutan, terutama untuk komoditas padi, jagung, singkong, kedelai, dan tebu.
Ditargetkan minimal 4 juta hektare tambahan luas panen tanaman pangan tercapai pada 2029.
Pemerintah juga saat ini tengah menggencarkan program cetak sawah baru seluas 3 juta hektare guna memastikan ketahanan pangan di tengah tantangan global dan pertumbuhan penduduk yang terus meningkat.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengumumkan akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp139,4 triliun untuk mendukung program swasembada pangan pada 2025. Dana itu akan digunakan untuk berbagai program strategis yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional serta memberikan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.
Berdasarkan data dari Laporan Kinerja Kementerian Koperasi dan UKM pada 2023, jumlah koperasi di Indonesia ada 130.354 unit.
Dari jumlah tersebut, jenis koperasi terbanyak adalah jenis koperasi konsumen sebanyak 71.315 unit, koperasi produsen sebanyak 26.969 unit.
Kemudian, koperasi simpan pinjam sebanyak 18.699 unit, koperasi jasa 9.114 unit, dan koperasi pemasaran sebanyak 4.257 unit.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bank Jakarta dan PT SMI Kucurkan Rp2,11 Triliun untuk 7 Proyek Infrastruktur DKI
-
Dugaan Pungli PBG di Gowa Dibongkar, Kortastipidkor Amankan Sejumlah Dokumen
-
Truk Hantam Sepeda Motor di Bundaran Cibiru Bandung, Satu Orang Tewas
-
Absurd Banget! Pria Nekat Rampok Pegadaian di Kebon Jeruk Pakai Pistol Mainan, Gara-gara Terlilit Utang!
-
Kejutan dari Soft Tenis! Beregu Putra Indonesia Sukses Sumbang Medali Perunggu
-
Garam Bima Naik Kelas! Sudah Halal, Kantongi BPOM dan Siap Saingi Garam Impor
-
Rawan Kecelakaan, KAI akan Tutup 1.404 Perlintasan Sebidang dengan Portal Otomatis
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.