Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sertifikasi PPG Akan Sertakan Materi Bimbingan Konseling

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 03:01 WIB | Oleh:
Sertifikasi PPG Akan Sertakan Materi Bimbingan Konseling Doc: ANTARA/Hana Kinarina
Ket. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat melakukan kunjungan kerja sekaligus pertemuan dengan para Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU Pusat, di Jakarta Pusat, pada Rabu (30/10).

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan menambahkan materi bimbingan konseling dan pendidikan tinggi dalam proses sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Kedua materi tersebut penting untuk menjawab kebutuhan pendidikan saat ini.

"Untuk sertifikasi PPG itu sudah kita masukkan materi tentang bimbingan konseling dan materi pendidikan tinggi," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, di Jakarta, Rabu (30/10).

Mu'ti menjelaskan, kedua materi tersebut dimasukkan sebagai upaya penguatan pendidikan nilai dan karakter di sekolah. Dia berharap kualitas bimbingan konseling di sekolah lebih baik lagi.

Dia juga menambahkan, pengangkatan guru BK pada tahun 2025 akan ditingkatkan. Selain itu, akan ada pelatihan khusus bagi guru untuk menguasai bimbingan konseling. "Akan ada pelatihan di bimbingan konseling untuk para guru yang selama ini sudah bekerja, terutama untuk para guru kelas," jelasnya.

Mu'ti menyebut dengan peningkatan kemampuan konseling, para guru tak lagi sekadar mengajar. Guru tak cuma mentransfer ilmu, tapi juga mampu memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi pelajar.

Dia berharap kemampuan konseling guru BK dapat meningkat. Dengan demikian, tak ada lagi kesan guru BK hanya memberikan sanksi ataupun hukuman. "Ada kesan guru BK itu guru yang menghukum, memberikan sanksi gitu, tapi termasuk peran yang lainnya adalah pengembangan bakat dan minat," katanya.

Permudah PPG

Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, menerangkan tata kelola guru merupakan isu yang mesti diselesaikan pemerintah. Menurutnya, kompetensi guru saat ini masih harus ditingkatkan dengan pola pelatihan yang berkeadilan, berkualitas, berkelanjutan, dan bermakna.

Dia juga meminta pemerintah untuk mempermudah guru mengikuti PPG Dalam Jabatan. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menuntaskan 1,6 juta guru yang belum disertifikasi.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, meminta pemerintah mengoptimalkan anggaran untuk pelatihan guru. Menurutnya, PPG terutama di madrasah memakan waktu cukup lama.

"Antrean PPG guru di madrasah memakan waktu yang cukup lama, diperkirakan antriannya mencapai 50 tahun. Karena itu, jangan sia-siakan anggaran pendidikan," tuturnya. ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Megapolitan
IQAir: Kualitas Udara Jakar...
Ekonomi
Rupiah Rawan Tertekan - 29 ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.