Data Terbaru Ini Tunjukkan Prevalensi Stunting di Kabupaten Serang Alami Penurunan

Kamis, 31 Okt 2024, 00:15 WIB

Serang - Prevalensi stunting di Kabupaten Serang, Banten terhitung sejak tahun 2018 sampai 2024 mengalami penurunan setiap tahunnya berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat atau e-PPGBM Kabupaten Serang Tahun 2024.

Staf Ahli Bupati Bidang SDM dan Kesra Pemkab Serang Rachmat Setiadi di Serang, Rabu, mengatakan publikasi data stunting di Kabupaten Serang sangat penting, terlebih Kabupaten Serang mendapat ranking ketiga tingkat Provinsi Banten untuk peningkatan penurunan stunting.

Ket. Foto: DKBP3K Kabupaten Serang mengggelar publikasi data stunting di Serang, Banten, Rabu (30/10/2024). — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Serang

"Alhamdulillah sangat bagus sekali dari angka 24,09 persen ke 3,35 persen sesuai urutan angka stunting menurut e-PPGBM dari tahun 2018-2024," ujarnya.

Rachmat mengatakan atas dorongan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang sangat konsekuen untuk dapat menurunkan angka stunting di angka 14 persen.

"Sebetulnya dengan penurunan stunting kita bisa menyehatkan anak-anak bangsa, menyehatkan masyarakat terutama bayi dan anak-anak di Kabupaten Serang dan nanti hasil akhirnya adalah meningkatkan intelektualitas dan kecerdasan masyarakat di Kabupaten Serang," katanya.

Kepala Bidang Keluarga Berencana Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Entin Suhartini mengatakan terkait kegiatan publikasi data stunting tahun 2023 sampai 2024 pihaknya terus mencari tentang data pengukuran dan penimbangan dari bulan Agustus sampai November 2024.

"Kita akan terus mencari data anak stunting dengan cara pengukuran dan penimbangan badan," ujarnya.

Di samping itu, DKBP3A juga mempunyai program Dahsat atau dapur sehat atasi stuning yang ada di setiap desa. Tugasnya mengelola makanan tambahan kepada sasaran baik bersumber dari dana desa maupun dari dinas kesehatan, BAAS atau Bapak Asuh Anak Stunting, serta dari CSR perusahaan, pribadi dan lainnya.

"Jadi itu beberapa upaya kita, ada juga tim pendamping fungsinya melakukan pendampingan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan balita, untuk memastikan semuanya tidak terkena stunting," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kejar Ekonomi 6 Persen atau Tertinggal? Airlangga Tekankan Investasi Harus Tumbuh Cepat

Harga Emas Antam Naik Rp18.000 Menjadi Rp2,768 Juta/Gr pada Selasa (25/8)

Jangan Salah Kelola! Kawasan Transmigrasi Berpeluang Jadi Pusat Ekonomi Masa Depan

Kemenhut Beri Sanksi 6 Perusahaan yang Sebabkan Karhutla Berulang di Kalimantan

Gelaran Festival Jadi Mesin Uang! Buleleng Festival Catat Perputaran Ekonomi Rp3,6 Miliar

Bukan Sekadar Festival! Cianjur Fest 2026 Jadi Arena 2.800 UMKM Cari Cuan

Bakso Ikan Tuna Unjuk Gigi di Buleleng Festival, UMKM Gaspol Cari Pasar!

Pesona Lamreh Kembali Dijual, Jangan Abaikan Keamanan Wisatawan!

Dinkes Lebak Mencatat Pelaksanaan CKG Capai 47,52 Persen dari Jumlah Penduduk

Incar Dana Segar, Perusahaan Milik Kampus UGM Siap IPO di Pasar Modal

BPBD Sulteng: Sanksi Pidana Akan Diberikan Terkait Pembakaran Lahan dan Hutan

BMKG: Kabut Asap Selimuti Pekanbaru dengan Kualitas Udara Berbahaya

Chelsea Menang 3-2 atas Fulham pada Pertandingan Pertama Liga Inggris

Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Penanganan Karhutla di Riau dan Sumsel.

Karhutla Riau Meluas, TNI Kerahkan Satgas Khusus untuk Percepat Penanganan.

Komandan Lanud Sjamsudin Noor Dampingi Pangkodau II Tinjau Penanganan Karhutla di Kalimantan Selatan.

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.