Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG Sebut Fenomena La Nina di Sumsel Akan Berakhir pada Januari 2025

📅 Kamis, 31 Okt 2024, 00:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG Sebut Fenomena La Nina di Sumsel Akan Berakhir pada Januari 2025 Doc: ANTARA/JESSICA HELENA WUYSANG
Ket. Ilustrasi: Sejumlah kendaraan menembus hujan lebat. BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi 10 hari ke depan.

Palembang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Sumatera Selatan memprakirakan fenomena La Nina di wilayah itu berakhir pada bulan Januari 2025.

"Kami memprakirakan fenomena La Nina di Sumsel akan berlangsung bulan Oktober 2024 hingga Januari 2025," kata Koordinator Bidang data dan Informasi Stasiun Klimatologi Sumsel Nandang Pangaribowo di Palembang, Rabu.

Ia menjelaskan fenomena La Nina pernah terjadi pada periode 2020-2022. Sedangkan, pada tahun 2023 Sumsel mengalami fenomena El Nino.

"Namun, dengan adanya fenomena La Nina ini dapat sedikit meredam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel," jelasnya.

BMKG Sumsel juga memprakirakan musim hujan itu terjadi pada bulan Oktober 2024 sampai dengan pertengahan bulan April 2025.

"Untuk puncak musim hujan kami prediksi mulai November 2024 sampai dengan Januari 2025. Sedangkan, untuk wilayahnya itu dimulai dari Sumsel bagian barat dulu kemudian bagian tengah, dan baru kebagian timur," jelasnya.

Untuk potensi daerah yang rawan bencana hidrometeorologi terhadap musim terjadi di Sumsel bagian barat. Sebab, untuk wilayah bagian itu merupakan daerah yang bertebing,

"Seperti Kota Pagar Alam, Kabupaten Empat Lawang, Lahat, Muara Enim, Ogan Komering Ulu (OKU), Muara Enim, OKU Selatan, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas Utara, dan Pematang Abab Lematang Ilir (PALI), yang rawan bencana hidrometeorologi," ujarnya.

Oleh sebab itu, masyarakat diimbau yang berada di wilayah rawan bencana tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, kata Nandang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.