Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jangan Sembarangan Bertutur, Bahasa Bagian dari Ukuran Keadaban Bangsa dan Negara

📅 Selasa, 29 Okt 2024, 00:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jangan Sembarangan Bertutur, Bahasa Bagian dari Ukuran Keadaban Bangsa dan Negara Doc: ANTARA/Rizka Khaerunnisa
Ket. Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat menghadiri acara puncak “Bulan Bahasa dan Sastra” di Jakarta, Senin (28/10/2024).

Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa bahasa tidak hanya alat komunikasi tetapi juga menjadi bagian dari ukuran keadaban bangsa dan negara.

Ia menyoroti hasil survei dari Microsoftbeberapa waktu lalu yang menilai bangsa Indonesia belum berbahasa secara santun. Bahkan, ujar Mu'ti, Microsoft menyebutkan bahwa keadaban publik yang diukur dari bahasa sangat jauh dari ideal sebagai bangsa yang berkebudayaan tinggi.

"Karena itu, dengan peringatan Bahasa Indonesia dan bulan bahasa tahun ini, mari kita juga dorong dan gelorakan untuk berbahasa Indonesia secara santun sebagai bagian dari peradaban dan budaya Indonesia yang luhur," kata Mu'ti dalam sambutannya pada acara puncak "Bulan Bahasa dan Sastra" di Jakarta, Senin malam.

Mu'ti mengingatkan, kesantunan berbahasa di ruang publik merupakan cermin dari peradaban bangsa Indonesia sebagai bangsa yang memiliki budaya yang tinggi serta sopan santun sebagai masyarakat yang memiliki warisan budaya yang luar biasa.

Oleh sebab itu, pihaknya mendukung penuh terhadap upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Badan Bahasa serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) beserta para mitra untuk senantiasa memajukan bahasa Indonesia sebagai tidak hanya jati diri bangsa tetapi juga bahasa yang menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang dikenal di mancanegara.

Mu'ti mengatakan, Bulan Bahasa yang diperingati setiap Oktober menjadi momentum penting bagi bangsa Indonesia untuk semakin memajukan Bahasa Indonesia. Tema "Berbahasa Cerdas untuk Generasi Emas" yang diangkat pada tahun ini juga selaras dengan cita-cita Indonesia menuju generasi emas di tahun 2045.

"Komitmen untuk kita menjadikan bahasa Indonesia sebagai bagian dari upaya menjaga kedaulatan budaya Indonesia juga tentu saja dibarengi dengan upaya kita melestarikan bahasa daerah dan semangat kita untuk mempelajari bahasa asing sebagai konsekuensi dari kehidupan dunia global sekarang ini," kata dia.

Mu'ti turut menyampaikan kebanggaannya atas tradisi pantun, sebagai bagian dari sastra dan budaya Indonesia, yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Di samping itu, Bahasa Indonesia juga telah menjadi bahasa dalam sidang UNESCO.

Dengan pengakuan internasional tersebut, ia mengatakan bahwa sudah seharusnya bangsa Indonesia semakin bangga, mahir, dan maju dengan Bahasa Indonesia. Mu'ti pun mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kembali Trigatra Bangun Bahasa, yaitu utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

34 menit yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

37 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

59 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1 jam lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.