Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PGRI Harapkan Pembekalan Pendidikan Nasional

📅 Selasa, 22 Okt 2024, 02:03 WIB | Oleh:
PGRI Harapkan Pembekalan Pendidikan Nasional Doc: ANTARA/Adimas Raditya
Ket. Calon presiden terpilih pada Pemilu 2024 Prabowo Subianto saat meninggalkan kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan untuk menghadiri Pelantikan Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Hasil Pemilu 2024 menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI Periode 2024-2029 di kompleks Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Minggu (20/10).

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, mengatakan pihaknya mengucapkan selamat atas terbentuknya Kabinet Merah Putih untuk masa pemerintahan 2024-2029. Dia berharap, kabinet baru bisa membenahi sistem pendidikan.

"PGRI menaruh harapan besar atas pelantikan Presiden dan Wapres RI yang baru dan terbentuknya kabinet pemerintahan yang baru untuk menjalankan program program pembangunan selanjutnya terutama di bidang pembangunan sumber daya manusia melalui pembenahan sistem pendidikan yang berkualitas," ujar Unifah, kepada Koran Jakarta, Senin (21/10).

Dia mengatakan, menteri pendidikan memikul harapan besar dari para guru. Menurutnya, menteri baru baik Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bisa menampung aspirasi masukan para guru demi perbaikan kualitas pendidikan.

"Evaluasi kurikulum diperlukan menyeluruh untuk memperbaiki kekurangan tanpa harus mengganti substansi kurikulum," jelasnya.

Sebagai informasi, dalam Kabinet Merah Putih, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dipecah menjadi tiga kementerian. Adapun Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dipimpin oleh Abdul Mu'ti.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menyatakan akan menghimpun masukan dari beberapa pihak terkait kebijakan pendidikan yang sudah berjalan saat ini. Dia mengaku tidak akan tergesa-gesa mengeluarkan kebijakan.

"Semuanya harus kami kaji karena kan plus minus ya. Setiap kebijakan kan selalu ada pro dan kontra," katanya usai serah terima jabatan, di Jakarta, Senin.

Saat disinggung mengenai kelanjutan Kurikulum Merdeka, ia mengatakan kebijakan itu masih baru dan belum semua satuan pendidikan menerapkannya. Meskipun ada arahan di era Nadiem Makarim bahwa Kurikulum Merdeka itu bisa diterapkan di semua satuan pendidikan.

"Kami lihat lah. Kami tidak akan buru-buru ambil kebijakan. Kami ingin kebijakan Dikdasmen sesuai dengan apa yang menjadi aspirasi masyarakat. Yang lebih penting lagi juga bisa menjadi aktualisasi dan realisasi dari program Presiden Prabowo," ucapnya.

Sementara itu, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Satriwan Salim, mendesak pemerintah baru merealisasikan upah minimum bagi guru. Menurutnya, hal tersebut merupakan janji pasangan Prabowo-Gibran dalam kampanye Pilpres 2024 lalu.

"Kami juga mendesak Prabowo-Gibran memenuhi janjinya akan memberi tambahan penghasilan sebesar 2 juta per bulan bagi seluruh guru baik negeri atau swasta, honorer atau ASN dimulai Oktober 2024 ini," ujar Satriwan di Jakarta, Minggu.

Satriwan juga meminta pemerintah menuntaskan rekrutmen 1 juta guru ASN dengan skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). ruf/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Jakarta Kota Sinema Makin K...
Megapolitan
Usaha Pembangunan Jaya Jika...
Megapolitan
Dinkes: Ratusan Warga "Serp...
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.