Pemimpin Harus Beri Contoh Bersih dari Korupsi

Senin, 21 Okt 2024, 00:03 WIB

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pertamanya setelah dilantik menjadi Presiden ke-8 RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Minggu (20/10), menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dengan memperbaiki sistem dan penegakan hukum.

"Kita harus berani menghadapi dan memberantas korupsi dengan perbaikan sistem, dengan penegakan hukum yang tegas dengan digitalisasi. Insya Allah, kita akan kurangi korupsi dengan signifikan," katanya.

Ket. Foto: Sapa Warga I Presiden Prabowo Subianto menyapa warga di Jakarta, Minggu (20/10). — Sumber: Koran Jakarta /Wahyu AP

Presiden memaparkan kalau korupsi menjadi kesalahan dari atasan yang bertugas. Oleh sebab itu, Kepala Negara pun menyampaikan pepatah yang dianggap tepat dengan masalah korupsi. "Seluruh unsur pimpinan harus memberi contoh 'Ing ngarso sung tulodo'.

Saudara- saudara sekalian, ada pepatah yang mengatakan kalau ikan menjadi busuk, busuknya dimulai dari kepala," kata Prabowo. Presiden pun meminta semua pejabat hingga kepala di setiap kelembagaan harus memberi contoh baik dalam menjalankan kepemimpinan. Salah satunya dengan jadi pemimpin yang bersih dari korupsi.

"Semua pejabat dari semua eselon dan semua tingkatan harus memberi contoh untuk menjalankan kepemimpinan pemerintahan yang sebersihbersihnya. Mulai dengan contoh dari atas dan setelah itu penegakan hukum yang tegas dan keras," katanya.

Dengan memberantas korupsi, Presiden yakin bisa mengentaskan kemiskinan. "Semua kita percaya dan kita yakin, kita akan punya kekuatan untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Ini sasaran berat bahkan banyak yang mengatakan bahwa ini sesuatu yang tidak mungkin," kata Prabowo.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengapresiasi pidato Presiden Prabowo yang menegaskan komitmen pemerintah untuk memberantas kemiskinan, kebocoran anggaran, korupsi, serta mewujudkan swasembada pangan dan energi.

Pidato itu dinilai mengandung visi yang kuat untuk memajukan Indonesia dengan berlandaskan pada nilai-nilai kebangsaan dan keadilan sosial. Dia juga mencatat pernyataan Presiden yang menekankan pentingnya keberanian menghadapi berbagai tantangan dan ancaman yang dihadapi bangsa. Dalam setiap pemerintahan, integritas pemimpin menjadi kunci untuk membawa perubahan. Ungkapan itu mengacu pada pepatah "ikan busuk dimulai dari kepala", yang menggambarkan bahwa kualitas dan integritas kepemimpinan adalah fondasi utama bagi kemajuan suatu negara.

Biang Kerok

Manajer Riset Seknas Fitra, Badiul Hadi, yang diminta pendapatnya mengatakan korupsi, khususnya kebocoran anggaran yang disampaikan Presiden, memang jadi biang kerok dari kegagalan pengentasan kemiskinan, karena berbagai program tidak sampai pada yang berhak menerima.

Misalnya, anggaran Perlindungan Sosial ratusan triliun yang tidak tepat sasaran meski tiap tahun naik. Anggaran Perlinsos pada 2024 tercatat 496,8 triliun rupiah dan pada APBN 2025 dialokasikan sebesar 504,7 triliun rupiah.

"Kebocoran itu bisa terjadi karena korupsi, ketidakefisienan birokrasi, dan lemahnya pengawasan. Kebocoran ini akan membuat kebijkan redistribusi bansos tidak akan efektif entaskan kemiskinan," tegasnya. Selain itu, juga adanya ketimpangan sosial, di mana para elite atau mereka yang memiliki akses ke sumber daya negara mendapat keuntungan, sementara masyarakat miskin tidak mendapat apa-apa, sehingga jurang ketimpangan semakin lebar dan pada akhirnya kemiskinan tetap ada dan tak terselesaikan.

Sementara itu, peneliti ekonomi Celios, Nailul Huda, mengatakan kebocoran APBN sebenarnya dimulai saat penarikan penerimaan negara, di mana banyak oknum aparat yang mengambil untung pribadi, sehingga mengurangi pendapatan yang seharusnya disetorkan ke kas negara.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.