Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menag: KUA Garda Terdepan Jaga Kerukunan Beragama

📅 Minggu, 20 Okt 2024, 19:59 WIB | Oleh:
Menag: KUA Garda Terdepan Jaga Kerukunan Beragama Doc: istimewa
Ket. Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, saat Grand Launching Pusat Layanan Keagamaan Kantor Urusan Agama (KUA) di Jakarta, pekan lalu.

JAKARTA - Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas mengatakan Kantor Urusan Agama (KUA) harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan harmoni. Menurutnya, KUA berfungsi sebagai skema early warning system atas konflik sosial berdimensi agama yang dikawal oleh ribuan agen dari penghulu dan penyuluh agama.

"KUA harus menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman bangsa," ujar Menag, saat Grand Launching Pusat Layanan Keagamaan Kantor Urusan Agama (KUA) di Jakarta, pekan lalu.

Dia menjelaskan, KUA kini telah berevolusi dari lembaga pencatatan pernikahan menjadi pusat layanan keagamaan yang komprehensif. Selain aspek administratif, KUA juga diharapkan berperan dalam membina kerukunan keluarga dan memberi solusi atas berbagai persoalan sosial.

"Melalui transformasi layanan, KUA harus lebih dekat dengan masyarakat, menyediakan akses mudah untuk konsultasi keagamaan, mediasi konflik keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi berbasis zakat dan wakaf," jelasnya.

Yaqut menegaskan, harmoni antarumat beragama adalah fondasi stabilitas nasional. Di tengah dinamika sosial yang semakin kompleks, peran KUA dalam memelihara kedamaian sangat penting.

Transformasi KUA, lanjut dia, tidak hanya menyangkut pengembangan program, tetapi juga penguatan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM). Fasilitas KUA di seluruh Indonesia perlu ditingkatkan agar dapat memberikan layanan yang lebih optimal.

"KUA harus hadir sebagai agen perdamaian, menjadi tempat masyarakat mencari solusi, baik untuk masalah keluarga maupun isu-isu terkait kehidupan beragama," katanya.

Menag mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan KUA sebagai simbol keharmonisan dalam kehidupan beragama. Menurutnya, KUA bukan sekadar institusi birokrasi, tetapi penjaga nilai-nilai kebersamaan dalam keberagaman.

"Saya berharap KUA dapat menjadi ikon keharmonisan kehidupan beragama di Indonesia, di mana setiap individu merasa nyaman dan terlindungi dalam menjalankan keyakinannya," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.