BKKBN akan Libatkan Tim Pendamping Keluarga untuk Makan Bergizi Gratis

Selasa, 15 Okt 2024, 20:21 WIB

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan melibatkan tim pendamping keluarga (TPK) untuk program makan bergizi gratis yang berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional dan seluruh pemangku kepentingan lain.

"Sasarannya itu kan anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, nah kalau anak sekolah datanya mudah, ada di sekolah, tarik (datanya) bisa kan, tetapi kalau ibu hamil, menyusui, balita, teman-teman TPK yang di dalamnya ada ibu PKK, bidan, kader, karena dia langsung turun ke keluarga, jadi tahu," kata Pelaksana Tugas Kepala BKKBN, Sundoyo, ketika ditemui di Kantor BKKBN, Jakarta, Selasa (15/10).

Ket. Foto: Pelaksana Tugas Kepala BKKBN Sundoyo — Sumber: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Menurut dia, tim TPK lebih mengetahui kondisi keluarga yang membutuhkan intervensi pemberian makanan bergizi gratis sehingga penyalurannya dapat lebih tepat sasaran.

"Teman-teman TPK langsung turun ke keluarga jadi tahu, apakah ada keluarga yang sedang hamil, ada ibu yang sedang menyusui, ada balita atau enggak, dia masukkan data dan kita punya datanya," ujar dia.

Ia menegaskan, BKKBN memiliki data berdasarkan nama dan alamat atau by name by address melalui pendataan keluarga sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemberian makanan bergizi gratis yang salah satu tujuannya untuk mencegah stunting.

"Kalau terkait makanan bergizi gratis itu agar tepat sasaran kami juga akan coba mendiskusikan bagaimana data-data ini bisa dimanfaatkan sehingga nanti dari data yang ada itu betul-betul tepat sasaran, karena data kita by name by address ya, dan bahkan alamatnya itu pakai maps (peta digital) dan bisa langsung di-tracking (telusuri), si A, si B, ada di desa atau RT mana, kecamatan mana langsung terlihat," papar dia.

Sundoyo juga mengemukakan, ketika di satu keluarga terindikasi stunting, tim pendamping keluarga perjuangannya juga maksimal.

"Pertama, mereka bawa itu ke puskesmas, ketika di puskesmas ternyata didiagnosa ini adalah stunting dan butuh intervensi, lalu misalnya dia harus makan yang cukup, makan yang bergizi, teman-teman tim pendamping keluarga ini juga harus bisa memastikan bahwa makanan itu harus betul-betul sampai mulut bayi yang didiagnosis stunting tadi," tutur dia.

Menurut dia, pemberian makanan bergizi, utamanya untuk intervensi penurunan stunting, mesti dilakukan dari level yang paling bawah, mulai dari tingkat kelurahan, desa, bahkan RT/RW, serta keluarga.

"Kalau ini hanya mengandalkan puskesmas dari 280 juta sekian, lalu itu hanya akan di-cover oleh puskesmas atau posyandu, rasanya masih belum cukup optimal. Ini sudah bagus, dan kami kemarin sudah berdiskusi, mudah-mudahan makanan gratis bergizi ini tepat sasaran sehingga ke depan sumber daya manusia kita bisa menjadi luar biasa, dan Indonesia emas bisa tercapai," demikian Sundoyo. Ant/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.