Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bapanas Ungkap Upaya Indonesia Jadi Produsen Bawang di Pasar Global

📅 Sabtu, 12 Okt 2024, 13:09 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bapanas Ungkap Upaya Indonesia Jadi Produsen Bawang di Pasar Global Doc: ANTARA/HO-Humas Bapanas
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menghadiri Seminar Internasional tentang Ketahanan Pangan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (12/10/2024).

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi mengungkapkan bahwa Indonesia terus berupaya menjadi produsen pangan di pasar global salah satunya komoditas bawang merah.

Arief menyebutkan bawang merah sebagai salah satu komoditas yang diekspor dari Indonesia ke Malaysia dan negara lain, menunjukkan potensi besar ekspor pangan nasional untuk memasok kebutuhan global.

"Ini menjadi harapan kita bahwa Indonesia bisa menjadi produsen pangan dunia," ujar Arief menghadiri Seminar Internasional tentang Ketahanan Pangan di Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (12/10).

Ia menjelaskan ekspor pangan dilakukan ketika kebutuhan pangan di dalam negeri telah mampu dipasok dari produksi domestik.

Arief mengungkapkan bahwa pemerintah mendorong potensi dan sumber daya produk pangan Indonesia dapat meningkat dan mengisi kebutuhan pasar yang tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dapat merambah ke pasar internasional.

"Hari ini kita terus mendorong komoditas pangan yang memang produksinya surplus di dalam negeri agar dapat berekspansi dan memenuhi kebutuhan pasar internasional," kata Arief dalam keterangan diterima di Jakarta.

Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa semangat untuk membangun Indonesia sebagai produsen pangan dunia selaras dengan komitmen presiden terpilih Prabowo Subianto untuk kembali mewujudkan swasembada pangan.

"Paling lambat empat tahun setelah (Prabowo Subianto) dilantik (sebagai Presiden RI) pada 20 Oktober mendatang," ucap Arief.

Dia menyebutkan berdasarkan data Kementerian Pertanian periode 2019-2023, Indonesia sebagai negara eksportir bawang menempati urutan ke-33 dalam lingkup global. Rata-rata nilai ekspor 2019-2023 sebesar 9,46 juta dolar AS per tahun.

"Ini mengalami kenaikan yang impresif sebesar 44,87 persen jika dibandingkan pada kurun waktu 2017-2021 yang kala itu Indonesia masih berada di urutan ke-35 dengan rata-rata 6,53 juta dolar AS per tahun," terangnya.

Lebih lanjut, menurut proyeksi neraca pangan nasional yang disusun Bapanas, Indonesia merupakan negara produsen bawang merah dengan produksi tahunan mampu mencapai 1,35 juta ton.

"Sementara kebutuhan konsumsi dalam setahun sebanyak 1,16 juta ton. Ini artinya masih terdapat surplus sekitar 186 ribu ton," papar Arief.

Pada tahun 2023 Indonesia memiliki 3,5 juta rumah tangga usaha pertanian yang mengandalkan hortikultura sebagai usaha utama. Komoditas sayuran masih menjadi unggulan hortikultura antara lain bawang merah, cabai besar, cabai rawit, kubis, kentang dan tomat.

"Ini mengacu selama 2023, bawang merah menjadi penyumbang produksi terbesar kategori sayuran dengan andil hingga 13,59 persen," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.