• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Badai Matahari Kuat Diperk...

Badai Matahari Kuat Diperkirakan Melanda Bumi

Sabtu, 12 Okt 2024, 00:54 WIB

ANKARA - Sebuah badai Matahari yang kuat diperkirakan akan melanda Bumi pada akhir pekan ini. Badai itu berpotensi menambah tekanan pada jaringan listrik di Amerika Serikat (AS) yang sudah terganggu akibat sejumlah terjangan badai baru-baru ini di negara tersebut.

Berdasarkan laporan CBS News, pada Rabu (9/10), Badan Oseanik dan Atmosfer Nasional AS atau National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) mengeluarkan peringatan badai geomagnetik yang signifikan untuk Kamis (10/10) hingga Jumat (11/10), setelah terdeteksinya sebuah letusan Matahari pada awal pekan ini.

Ket. Foto: Sebuah badai Matahari yang kuat diperkirakan akan melanda Bumi pada akhir pekan ini. Administrasi Nasional Oseanik dan Atmosfer AS mengeluarkan peringatan badai geomagnetik yang signifikan untuk Kamis (10/10) hingga Jumat (11/10) setelah terdeteksinya sebuah letusan Matahari pada awal pekan ini, lapor CBS News pada Rabu (9/10). — Sumber: ANTARA/ANADOLU

Seperti dikutip Antara, badai ini dapat menyebabkan gangguan sementara pada sistem listrik dan sinyal radio, tulis peringatan NOAA. Badan itu telah menyarankan operator jaringan listrik dan pengendali satelit untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.

Para peramal cuaca tidak mengharapkan badai ini mencapai intensitas yang sama dengan kejadian sebelumnya pada Mei lalu, yakni badai Matahari terkuat dalam lebih dari dua dekade terakhir.

Badai Geomagnetik

Dikutip dari Phys, pada bulan Mei, planet ini mengalami badai geomagnetik terkuatnya dalam dua dekade, menghasilkan tampilan warna-warni di langit malam yang jauh dari kutub.

"Perkiraan saat ini adalah badai itu akan tiba besok pagi hingga tengah hari, waktu timur, dan mungkin berlanjut hingga hari berikutnya," kata Shawn Dahl dari Pusat Prediksi Cuaca Luar Angkasa.

Saat lontaran massa koronal atau the coronal mass ejection (CME) bergerak melalui ruang angkasa dengan kecepatan 2,5 juta mil (empat juta kilometer) per jam, badan tersebut telah menetapkan pengawasan badai geomagnetik level 4 (G4).

Angka tersebut satu tingkat di bawah level tertinggi G5 yang terlihat pada bulan Mei, tetapi hasil akhirnya bisa saja di bawah atau di atas G4. Prediksi yang lebih baik tidak mungkin dilakukan hingga sekitar 15-30 menit sebelum dampak, saat melintasi satelit pelacak, satu juta mil dari Bumi.

Dahl mengatakan Badan Manajemen Darurat Federal atau Federal Emergency Management Agency (FEMA), yang sudah berada di bawah tekanan saat menangani dampak Badai Helene dan Badai Milton yang mendekat, telah diberitahu, demikian pula perusahaan yang mengoperasikan jaringan listrik Amerika Utara, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah mitigasi jika perlu.

"Jika CME menghantam magnetosfer Bumi, mereka dapat menciptakan badai geomagnetik," katanya.

Badai dapat mengganggu satelit yang mengorbit Bumi dan memengaruhi hal-hal seperti sinyal radio dan sistem penentuan posisi GPS (global positioning system).

Mereka juga dapat melumpuhkan jaringan listrik "Badai Halloween" pada Oktober 2003 menyebabkan pemadaman listrik di Swedia dan merusak infrastruktur listrik di Afrika Selatan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Bupati Bogor Beri Kejutan! Tim Angklung HUT RI Diboyong Jalan-Jalan ke Taman Safari

Bikin Anak Pengungsi Tersenyum, Polri Gelar Trauma Healing Pascagempa Manggarai

Jonatan Nomor Satu Dunia Tunggal Putra Bulu Tangkis

Tebing Gunung Gajah, Menantang dan Keras Kepala tetapi Luar Biasa Indah

PSG Nyaris Tumbang, Dua Gol Ferran Torres Bawa Pulang Poin dari Rennes

Karhutla dan Asap Jadi Ancaman, Wamenko Dorong Penanganan yang Lindungi Kesehatan

Gagal Juara Bukan Akhir! Timo Apresiasi Mental Tangguh Timnya

Ratu Tisha Ungkap Mimpi Besar Timnas Indonesia: Harus Punya Mental Baja!

Tiongkok Mendadak Tunda Misi Bulan Chang’e-7, Ada Masalah Usai Roket Meledak

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.