- Home
-
- Luar Negeri
-
- Zambia dan China Tandatang...
Zambia dan China Tandatangani MoU Bangun Pabrik Vaksin Kolera Pertama di Afrika
Selasa, 08 Okt 2024, 16:58 WIBZAMBIA - Pemerintah Zambia pada Senin menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah China untuk membangun pabrik pembuatan vaksin kolera pertama di negara Afrika bagian selatan itu.
Tahap pertama proyek itu akan menghabiskan dana 37 dolar AS (579 milyar rupiah), untuk memproduksi sekitar tiga juta dosis vaksin yang akan dikerjakan bersama antara Perusahaan Pengembangan Industri (IDC) Zambia dan Perusahaan Teknologi Medis Internasional Jijia.
Presiden Zambia Hakainde Hichilema saat upacara penandatanganan perjanjian di Gedung Negara di ibu kota Lusaka, mengatakan pengembangan tersebut merupakan langkah kunci dalam upaya negara untuk memberantas penyakit, yang mengakibatkan hilangnya produktivitas dan berdampak pada warga.
"Kami juga ingin menunjukkan bahwa Zambia, Afrika, dan dunia dapat bekerja sama. Zambia harus dipandang sebagai pusat, sebagai lokasi untuk memproduksi barang untuk pasar yang lebih besar. Dan jika Anda melihat populasi Afrika, populasinya tumbuh sangat cepat," kata Hichilema seperti dikutip di televisi pemerintah.
Hichilema berharap proyek tersebut layak secara komersial, dan menambahkan bahwa tidak ada ruang bagi birokrasi dalam pelaksanaannya, karena proyek ini menyelamatkan nyawa.
Ia menambahkan bahwa sebelum produksi, China akan menyumbangkan sekitar tiga juta dosis vaksin kolera.
Kolera merupakan penyakit yang sudah lama ada di negara Afrika bagian selatan, terutama selama musim hujan, dan meskipun dapat disembuhkan, penyakit ini juga dapat merenggut nyawa.
Sumber: Anadolu
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi Di SMKN 2 Tangerang Selatan
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Analis Intelejen Sebut Strategi Baru AS Lewat NATO Bidik 'Poros Otokratis' dan Gerus Kekuatan Russia–Tiongkok dan Iran
-
Membangun Jakarta semakin Inklusif untuk Disabilitas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.