Cadangan Devisa RI di Akhir 2024 Diproyeksikan di Kisaran 145-155 Miliar Dollar AS

Selasa, 08 Okt 2024, 14:23 WIB

JAKARTA - Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memproyeksikan cadangan devisa Indonesia pada akhir 2024 berada di kisaran 145 sampai 155 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia di posisi sebesar 149,9 miliar dollar AS pada September 2024, atau menurun 300 juta dollar AS dibandingkan sebesar 150,2 miliar dollar AS pada akhir Agustus 2024.

Ket. Foto: Ilustrasi cadangan devisa. — Sumber: antara foto

"Kami memproyeksikan cadangan devisa akan berkisar antara 145-155 miliar dollar AS pada akhir tahun ini. Oleh karena itu, kami mengantisipasi nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran Rp 15.300 sampai 15.600 per dollar AS pada akhir 2024," ujar Josua di Jakarta, Selasa (8/10).

Josua menjelaskan, sentimen risk-on yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) pada sisa tahun 2024 akan mulai berkurang seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pasar tenaga kerja AS yang membukukan data yang kuat. "Sehingga, memberikan tekanan pada cadangan devisa dan stabilitas rupiah," ujar Josua.

Kemudian, lanjutnya, kemungkinan sentimen risk-off akan meningkat di masa mendatang seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama antara Israel dan Iran, yang dapat meningkatkan permintaan untuk aset-aset yang aman dan memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dikombinasikan dengan data pasar tenaga kerja AS yang kuat, Ia menjelaskan ketegangan yang meningkat juga dapat meningkatkan harga minyak global, sehingga menimbulkan risiko terhadap kemajuan disinflasi di AS.

Hal tersebut, lanjutnya, dapat menunda atau membatasi ruang gerak The Fed untuk menurunkan suku bunga acuannya, sehingga membuat aset-aset AS menjadi lebih menarik bagi investor.

"Akibatnya, dollar AS cenderung menguat terhadap mata uang global," ujar Josua.

Apabila kondisi tersebut terus berlanjut, Ia memperkirakan BI akan menggunakan cadangan devisanya untuk mengintervensi pasar valuta asing (valas) dan menstabilkan nilai tukar rupiah, sehingga akan berpotensi mengurangi cadangan devisa.

"Namun, jika ketegangan geopolitik mereda, masih ada potensi untuk arus modal masuk. Mengingat fundamental dan prospek ekonomi Indonesia yang relatif lebih kuat dibandingkan dengan negara-negara lain," ujar Josua.

Dalam kesempatan ini, Ia menjelaskan bahwa Indonesia mencatatkan arus modal masuk bersih sebesar 2,76 miliar miliar dolar AS di pasar saham dan obligasi sepanjang September 2024, yang mana kepemilikan investor asing pada Surat Berharga Negara (SBN) meningkat menjadi 1,34 miliar dollar AS.

"Sementara investor asing membukukan net buy sebesar 1,42 miliar dollar AS di pasar saham," ujar Josua.

Di sisi lain, lanjutnya, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) melaporkan arus keluar bersih sebesar 3,47 miliar dollar AS pada September 2024.

Kemudian, pemerintah pada periode sama menerbitkan obligasi global dalam dua mata uang yang terdaftar di Securities and Exchange Commission (SEC), masing-masing sebesar 1,8 miliar dollar AS dan 750 juta Euro.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.