BRIN Ungkap Potensi Teknologi Baru Pengolahan Limbah Radioaktif
Senin, 07 Okt 2024, 22:15 WIBBadan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan teknologi grafena oksida berpotensi menjadi salah satu teknologi baru yang bisa dimanfaatkan untuk pengolahan limbah radioaktif.
Profesor Riset BRIN Djarot S. Wisnubroto menjelaskan, grafena merupakan bahan grafit yang sangat tipis dan kuat. Sedangkan grafena oksida adalah material yang mudah larut dalam air, reaktif secara kimia, dan memiliki luas permukaan besar sehingga diharapkan efektif untuk mengikat zat seperti logam berat, termasuk zat radioaktif.
Menurut Djarotdalam keterangannya di Jakarta, Senin menyebutkan saat ini belum banyak dilakukan riset grafena oksida dengan menggunakan zat radioaktif. Oleh karena itu BRIN melakukan riset terkait grafena oksida untuk menggantikan beberapa cara pengolahan limbah radioaktif yang selama ini diterapkan BRIN seperti evaporasi dan kolom penukar ion untuk limbah cair atau insinerasi, kompaksi, danchemical treatmentuntuk limbah padat.
"Grafena oksida bisa menggantikan posisi evaporasi atau kolom penukar ion untuk limbah cair, dan tentu saja itu akan mempengaruhi bagaimana sementasinya," kata Djarot dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan riset penggunaan grafena oksida berbasis sintesis yang terbuat dari serabut kelapa. Menurutnya riset ini dilakukan guna menciptakan inovasi dalam memanfaatkan biomassa yang melimpah dan ramah lingkungan.
"Tahun ini tahun pertama, baru beberapa bulan berlangsung. Sehingga belum bisa dilihat bagaimana efektifitas grafena oksida berbasis biomassa ini. Namun sudah terlihat ada beberapa sisi positif, misalnya Cobalt-60 lumayan efektif dan segera bisa diserap, tetapi untuk Cesium-137 masih butuh suatu modifikasi untuk penyerapannya," paparnya.
Djarot menuturkan perlunya kolaborasi dengan berbagai pihak agar penggunaan grafena oksida berbasis biomassa dapat dimanfaatkan, mengingat di Indonesia memiliki biomassa melimpah serta berbiaya rendah.
"Kami siap untuk berkolaborasi, semoga ini bermanfaat. grafena oksida berbasis biomassa memiliki sisi positif untuk mengganti beberapa metode yang ada, yang merupakan hasil domestik, melimpah, dan murah. Semoga ini bisa dikolaborasikan dengan banyak pihak, karena saat ini masih dalam tahap penelitian," ujar dia.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Ones
Berita Terkait:
-
Tiongkok Perluas Lahan Pertanian Standar Tinggi Demi Bentengi Ketahanan Pangan
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
-
Air Balang Minuman Ramadan Favorit Warga Aceh Timur, Asalnya dari Negeri Jiran
-
Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Siaga di Wilayah Selama Idul Fitri 2026
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Fabio Lefundes Meledak, Pelatih Borneo FC Semprot Panpel Persija dan Keluhkan Kualitas Rumput JIS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.