Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Akhirnya Kongo Mulai Lakukan Vaksinasi Pertama untuk Atasi Mpox

📅 Senin, 07 Okt 2024, 05:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Akhirnya Kongo Mulai Lakukan Vaksinasi Pertama untuk Atasi Mpox Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (CDC Afrika) dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat (6/9/2024) meluncurkan rencana benua tersebut untuk memperkuat respons terhadap wabahmpox. Inisiatif yang diumumkan di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo, ini berfokus pada peningkatan pengawasan, diagnostik laboratorium, dan upaya vaksinasi untuk menekan penyebaran penyakit tersebut.

Moskow - Republik Demokratik Kongo memulai vaksinasi pertama untuk melawan penyakit mpox, kata departemen regional Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Sabtu (5/10).

Pada Agustus tahun ini, WHO menyatakan wabah cacar monyet itu di Afrika sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

"Hari ini, Republik Demokratik Kongo memulai vaksinasi #mpox... untuk pengendalian wabah ... dan melindungi nyawa. Vaksinasi akan memprioritaskan petugas kesehatan, responden garis depan, kontak kasus yang dikonfirmasi, dan kelompok berisiko lainnya," kata WHO Afrika melalui X.

Republik Demokratik Kongo mencatat lebih dari 30.590 kasus mpox, serta lebih dari 980 kematian selama 2024.

Pada September, gelombang pertama vaksin cacar monyet, Nordik Bavaria, yang diberikan oleh departemen Komisi Eropa untuk Kesiapsiagaan Darurat Kesehatan (HERA), mulai berdatangan di negara Afrika tersebut.

Cacar monyet adalah penyakit menular langka yang dapat menular antarmanusia.

Cacar monyet biasanya merupakan penyakit ringan yang dapat sembuh dalam beberapa minggu, tetapi beberapa orang mungkin mengalami komplikasi.

Gejala awal cacar monyet meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, menggigil, dan kelelahan.

Ruam dapat muncul, sering kali dimulai di wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.