Kamera Medium Format Terbaru untuk Profesional Bernama GFX100S II

Minggu, 06 Okt 2024, 13:53 WIB

Fujifilm baru saja memperkenalkan GFX100S II, yaitu sebuah kamera medium format yang dirancang untuk para profesional dengan menawarkan kualitas gambar luar biasa dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pendahulunya, yaitu GFX100 II. Dengan harga sekitar 5.000 dolar AS, GFX100S II menjadi pilihan alternatif yang menarik dengan banyak pembaruan teknologi.

Meskipun GFX100S II memiliki tampilan yang mirip dengan model sebelumnya, pada model ini telah banyak fitur yang diperbarui. Dengan berat hanya 1,9 pon, kamera ini lebih ringan satu ons dibandingkan pendahulunya. Desain ergonomisnya tetap memungkinkan pengoperasian yang nyaman, dilengkapi dengan tombol mode, sakelar pemilih fokus, dan kontrol ganda. Layar kecil yang selalu aktif di bagian atas menampilkan pengaturan penting, membuatnya praktis saat digunakan.

Ket. Foto: Kamera Fujifilm GFX100S II — Sumber: Website resmi Fujifilm

Salah satu peningkatan signifikan adalah resolusi jendela bidik, yang kini mencapai 5,76 juta titik, sehingga memberikan tampilan yang lebih tajam dan jelas dibandingkan model sebelumnya. Meskipun layar belakang 3,2 inci tetap tidak berubah, kemampuannya untuk dimiringkan ke berbagai arah menambah fleksibilitas saat pengambilan gambar.

Dilansir dari Engadget, GFX100S II dilengkapi dengan sistem autofokus yang ditingkatkan, termasuk pelacakan wajah dan mata AI yang lebih canggih, memastikan fokus yang lebih akurat pada subjek. Mode pelacakan baru untuk berbagai objek, seperti hewan dan kendaraan, menambah daya tarik bagi fotografer profesional.

Kamera ini juga dapat memotret lebih cepat, hingga 7 fps dibandingkan dengan pada model sebelumnya. Namun, tanpa slot kartu CFexpress, kemampuan buffer saat memotret burst terbatas, dengan sekitar 30 bingkai RAW terkompresi sebelum terisi penuh.

Sensor 100 megapiksel GFX100S II ini menghasilkan gambar yang sangat tajam dengan rentang dinamis 14 stop, memungkinkan untuk pengambilan gambar dalam kondisi cahaya rendah atau kontras tinggi tanpa kehilangan detail. Stabilisasi dalam bodi juga ditingkatkan menjadi delapan stop, memungkinkan untuk pengambilan gambar yang lebih stabil bahkan pada kecepatan rana yang lebih lambat.

Meskipun ada peningkatan signifikan dalam kualitas gambar, penggunaan mode elektronik dapat menyebabkan masalah distorsi rana bergulir. Oleh karena itu, penting untuk meminimalkan gerakan saat menggunakan mode ini untuk menghindari efek yang tidak diinginkan.

Meskipun GFX100S II sangat unggul dalam fotografi, kemampuan videonya memiliki beberapa keterbatasan, salah satunya adalah resolusi video yang terbatas pada 4K 10-bit. Meskipun tidak ada pemotongan, pixel binning dapat mengurangi ketajaman

Rolling shutter dalam mode video juga berkurang, namun, pengguna tetap harus berhati-hati agar tidak menggerakkan kamera terlalu cepat. Stabilisasi dalam bodi lebih efektif untuk pengambilan gambar statis, sementara pengambilan video dengan banyak gerakan mungkin menghasilkan guncangan yang terlihat.

Secara keseluruhan, Fujifilm GFX100S II adalah kamera yang sangat baik bagi fotografer profesional yang mencari kualitas gambar terbaik dengan harga yang terjangkau. Meskipun videonya mungkin bukan yang terbaik di kelasnya, kamera ini tetap menjadi pilihan utama untuk fotografi. Dengan peningkatan autofokus dan kecepatan pemotretan, GFX100S II membuktikan diri sebagai alat yang handal dalam berbagai situasi pemotretan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Muhammad Ihsan Karim

Berita Terbaru

Hasil Pertandingan Piala Dunia Grup E: Akhiri Rentetan Kegagalan, Jerman Melaju ke Babak 32 Besar

62 Persen Jamaah Haji Indonesia Sudah Pulang, Kemenhaj Ajak Tebar Manfaat dan Jaga Kemabruran

Jelang Laga Grup G Piala Dunia 2026, Belgia Vs Iran: Belgia Dihantui Kegagalan di Qatar

UNAND Kaji Sistem Parak Minangkabau, Solusi Kearifan Lokal Hadapi Perubahan Iklim Global

Spanyol Berburu Kemenangan Perdana, Arab Saudi Siap Hadirkan Kejutan di Piala Dunia 2026

Iran Kembali akan Tutup Selat Hormuz sebagai Protes Serangan Israel di Lebanon

Banyuwangi Luncurkan Oasis Wangi, Konsultasi Kesehatan Gratis 24 Jam via WhatsApp dengan Tenaga Medis

Bupati Karawang Protes Pemadaman Listrik Berjam-jam, Minta PLN Prioritaskan Industri dan Layanan Publik

Kelekak Durian Bangka Tengah Jadi Wisata Budaya, 2.000 Buah Durian Dinikmati Langsung di Kebun

Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Duel Bintang Musiala, Wirtz dan Amad Diallo Siap Memanas

Pemkab Situbondo Permudah Izin Investasi Hotel Bintang 4 di Kawasan Pesisir Kendit

Belanda Hancurkan Swedia 5-1, Cody Gakpo dan Brian Brobbey Menggila di Piala Dunia

Bupati Magelang Resmikan Wayang Relief di Borobudur, Inovasi Budaya Angkat Warisan Candi Jadi Karya Modern

SPMB Jabar Tahap 1 Ditutup, Ratusan Ribu Siswa Wajib Daftar Ulang di Sekolah Tujuan

Festival Kuliner Malam Glodok Diserbu Warga, UMKM Kebanjiran Pembeli dan Raup Untung

Amerika Serikat Lolos ke Babak Gugur, Brasil Tampil Meyakinkan di Piala Dunia 2026

Aturan Tak Tertulis Berpakaian Anggota Kabinet, Ternyata Trump Tidak Menyukai Sepatu Coklat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.