“Stunting' “Stunting' Bisa Tingkatkan Risiko TBC

Senin, 30 Sep 2024, 03:03 WIB

BKKBN menilai stunting dapat meningkatkan risiko TBC karena imunitas yang menurun akibat masalah gizi. Sebaliknya, TBC yang tidak segera diobati dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan bisa berujung stunting.

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memaparkan alasan stunting dapat meningkatkan risiko terjangkit TBC. "Stunting dapat meningkatkan risiko TBC aktif karena imunitas yang menurun akibat masalah gizi, sedangkan TBC yang tidak segera diobati dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dan bisa menyebabkan stunting. Penurunan nafsu makan pada anak yang terinfeksi TBC juga dapat menyebabkan tidak tercukupinya gizi anak untuk tumbuh dan berkembang", kata Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN Nopian Andusti dalam keterangan resmi di Jakarta, akhir pekan kemarin.

Ket. Foto: — Sumber: antara

Ia menyampaikan hal tersebut dalam Kelas Orang Tua Hebat (Kerabat) seri kesembilan tahun 2024 dengan tema "Kenali dan Cegah Tuberkulosis (TBC) pada Anak Usia Dini" yang dilaksanakan secara hybrid pada Kamis (26/9).

Nopian menyebutkan, Indonesia termasuk delapan besar negara yang menyumbang kasus TBC terbesar. "Indonesia termasuk delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TBC di seluruh dunia. Hasil survei tertulis tahun 2023 menunjukkan bahwa prevalensi TBC paru berdasarkan kelompok umur di bawah satu tahun yaitu 0,08 persen, umur 1-4 tahun 0,42 persen, dan kelompok 5-12 tahun 0,18 persen," ujar dia.

Menurut dia, edukasi dini terkait TBC juga sangat penting, utamanya kepada orang tua melalui kader Bina Keluarga Balita (BKB). "Melalui kelas orang tua hebat, semoga dapat memberikan pengetahuan dan pemahaman orang tua, kader BKB dan peserta mengenai penyakit tuberkulosis dan pencegahannya pada anak usia dini, karena TB dan stunting merupakan masalah kesehatan yang saling berkaitan," ucapnya.

Meningkat Drastis

Sementara itu, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi yang juga pernah menjabat sebagai Kepala BKKBN tahun 2019-2024 Hasto Wardoyo mengatakan, peningkatan kasus TBC di tahun 2022 meningkat drastis, sehingga ia menekankan pentingnya vaksin Bacillus Calmette Guérin (BCG) yang diberikan pada anak sebelum usia satu bulan untuk mencegah penyakit tersebut.

"Naiknya kasus TBC di tahun 2022 setelah pandemi itu sangat pesat. TBC kalau pada balita itu cukup serius karena akan mengganggu pertumbuhan, sekaligus otak juga akan terganggu perkembangannya," kata Hasto.

Ia juga menyoroti pentingnya orang tua memahami TBC resisten obat. "Hari ini ada TBC yang resisten obat, ibu-ibu semua hati-hati, betul vaksin itu penting sekali, begitu lahir anak divaksin untuk mencegah kejadian TBC karena TBC meningkat terus, kemudian ada TBC yang jenis baru, kebal terhadap obat. Jadi kalau TBC itu kebal terhadap obat, maka dikasih obat apa saja ya tidak mempan," tuturnya.

Hasto juga menyampaikan pentingnya memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan lingkungan karena TBC juga disebabkan oleh rumah yang kumuh.

"Jadi, rumah-rumah yang kumuh dan kurang ventilasi dan lembab itu kemudian mereka cepat sekali (penularannya), bisa kalau satu ada yang kena TBC menular kepada yang lain," paparnya.

Untuk diketahui, anak-anak di bawah umur lima tahun termasuk kelompok yang rentan terkena TBC. Berdasarkan data Kemenkes, ada 100.726 anak di Indonesia yang terjangkit TBC pada tahun 2022. Jumlah tersebut merupakan anak berusia 0-14 tahun. Secara rinci, ada 57.024 anak yang terkena TBC berusia 0-4 tahun. Ant/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jalan layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

Inter Milan Rekrut Curtis Jones dari Liverpool, Kontrak hingga 2031

Kirab Ancak Agung Jember Kembali Bikin Sejarah, Rekor MURI Berhasil Dipecahkan!

Pemprov Gorontalo Perkuat Sektor Agro Maritim

Sungai Musi Bersih, Kota Palembang Asri! Wali Kota Dorong Aksi Peduli Lingkungan

Pemkot Palu Sasar 31.316 Penerima Manfaat Bantuan Pangan

Hasil Liga Spanyol: Mourinho Awali Periode Kedua di Madrid dengan Kemenangan 2-1 Atas Espanyol

Dari yang Paling Horor Hingga yang Mengecewakan: Ranking Enam Film Insidious

Kabut Asap Makin Pekat, Dinkes Palembang Imbau Warga Gunakan Masker

Karang Taruna Nasional Kerahkan Personel Turut Tangani karhutla di Kalbar

Pemain Timnas Indonesia Ole Romeny Kena Kartu Merah, Fortuna Sittard Harus Akui Keunggulan AZ Alkmaar

Pemprov Sumut Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Transformasi Digital

Gelar Bazar Harkop Harnas, Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM ‎

Produk UMKM Lebak Makin Laris! Pemkab Bantu Pasarkan Lewat Bazar

Pacu Daya Saing sebagai Kota Global, Pemprov DKI Dorong Penguatan Ekosistem Musik

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.