China Minta Kapal Militer Jepang Tidak Lintasi Selat Taiwan

Jumat, 27 Sep 2024, 03:48 WIB

BEIJING - China meminta agar Jepang tidak mengirim kapal militer melintasi Selat Taiwan demi menjaga kesepakatan prinsip "Satu China".

"Kami mendesak Jepang untuk menghormati komitmennya dan bertindak bijaksana terkait masalah Taiwan, serta menahan diri dari menyebabkan gangguan pada hubungannya dengan China maupun perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, pada Kamis (26/9).

Militer Jepang diketahui menggunakan kapal perusak JS Sazanami melintasi perairan Selat Taiwan pada Rabu (25/9) dan menghabiskan waktu lebih dari 10 jam berlayar ke selatan untuk menyelesaikan perlintasan.

Pelayaran yang dilakukan bersama dengan kapal-kapal angkatan laut dari Australia dan Selandia Baru itu disebut untuk pertama kali terjadi sejak Perang Dunia II.

"Masalah Taiwan menyangkut kedaulatan dan integritas teritorial China. Ini merupakan landasan politik hubungan China-Jepang dan garis merah yang tidak boleh dilanggar," tambah Lin Jian.

Militer China, kata Lin Jian, telah menangani sesuai dengan hukum dan peraturan masuknya kapal milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang ke Selat Taiwan.

"China sangat waspada terhadap niat politik Jepang di balik tindakan ini dan telah mengajukan protes kepada pihak Jepang," ungkap Lin Jian.

Lin Jian mengatakan Jepang membuat komitmen yang jelas mengenai hal ini dalam Pernyataan Bersama China-Jepang tahun 1972, yang menyatakan, "Pemerintah Jepang mengakui Pemerintah Republik Rakyat China (PRC) sebagai satu-satunya pemerintah China yang sah. PRC menegaskan kembali bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak dapat dicabut dari wilayah Republik Rakyat China. Pemerintah Jepang sepenuhnya memahami dan menghormati posisi PRC ini, dan dengan tegas mempertahankan posisinya berdasarkan Pasal 8 Proklamasi Potsdam."

Kapal milik Angkatan Laut Australia (RAN) berpeluru kendali HMAS Sydney (DDG 42) dan kapal perbekalan HMNZS Endeaveour (A11) dari Angkatan Laut Selandia Baru (RNZN) juga melintasi Selat Taiwan mulai pukul 14.00 waktu setempat. Pelayaran kapal milik AL Selandia Baru itu adalah yang pertama sejak 17 tahun di Selat Taiwan.

Sedangkan China pada Rabu (25/9) juga menyampaikan telah berhasil melakukan peluncuran langka rudal balistik antarbenua (intercontinental ballistic atau ICBM missile) ke Samudra Pasifik.

Peluncuran tersebut diperkirakan menjadi yang pertama dilakukan dalam beberapa dekade terakhir.

Kementerian Pertahanan China dalam pernyataan tertulisnya menyebut Pasukan Roket militer China "telah meluncurkan sebuah ICBM... yang membawa hulu ledak tiruan ke laut lepas di Samudra Pasifik, tanggal 25 September, pukul 08.44 waktu setempat". Rudal tersebut terjatuh ke wilayah laut yang diperkirakan,"

Peluncuran rudal antarbenua itu memicu protes dari negara-negara lainnya di kawasan tersebut termasuk Jepang dengan mengatakan "tidak menerima pemberitahuan sebelumnya dari pihak China" dan menambahkan peningkatan aktivitas militer Beijing di kawasan merupakan "kekhawatiran serius".

Namun Lin Jian membantah tidak memberitahukan Jepang.

"Peluncuran uji coba tersebut merupakan pengaturan rutin dalam rencana pelatihan tahunan kami. Hal ini sejalan dengan hukum internasional dan praktik internasional serta tidak ditujukan terhadap negara atau target mana pun. Kami telah memberi tahu negara-negara terkait sebelumnya," kata Lin Jian.

Selain itu, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, pada Kamis (26/9), ada 43 pesawat tempur China dan delapan kapal perang China terdeteksi berada di dekat Taiwan dalam 24 jam terakhir.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.