Guru Besar Hikmahanto Ini Sarankan RI Akan Sangat Untung Jika Gabung OECD dan BRICS

Rabu, 25 Sep 2024, 00:05 WIB

Jakarta - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana berpendapat bahwa akan sangat menguntungkan jika Indonesia menjadi anggota OECD dan BRICS di saat yang bersamaan.

"Karena kita memiliki alternatif, karena kita, seperti yang saya sebutkan, kita (Indonesia) tidak ingin didominasi," kata Hikmahanto di sela-sela acara seminar internasional "Indonesia-Rusia: Dari Masa Lalu ke Masa Depan, Perspektif Historis dan Geopolitik" yang diselenggarakan oleh Kedubes Rusia di Jakarta, Selasa.

Ket. Foto: Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana (kanan), Direktur Peneliti Klub Diskusi Valdai Rusia Fyodor Lukyanov (tengah) dan Presiden Pusat Shanghai Nelson Wong (kedua kiri) berbicara kepada wartawan di sela-sela seminar internasional "Indonesia-Rusia: Dari Masa Lalu ke Masa Depan, Perspektif Historis dan Geopolitik” yang diselenggarakan oleh Kedubes Rusia di Jakarta, Selasa (24/9/2024). — Sumber: ANTARA/Cindy Frishanti

Diketahui bahwa Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk bergabung dengan Organisasi untuk Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (Organisation for Economic Cooperation and Development/OECD).

Hikmahanto menilai bahwa Indonesia perlu memiliki alternatif lain, tidak hanya dalam perspektif atau ideologi tetapi juga dalam hal ekonomi.

"Saya pikir pemerintah harus membuat penilaian yang baik tentang masalah ini sehingga mereka dapat memutuskan apakah mereka akan bergabung dengan BRICS, meskipun mereka sekarang sedang mempersiapkan diri untuk bergabung dengan OECD," kata Hikmahanto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Peneliti Klub Diskusi Valdai Rusia Fyodor Lukyanov menyampaikan bahwa BRICS bukanlah sebuah organisasi melainkan lingkungan yang sedang berkembang.

Menurut Lukyanov, BRICS adalah prototipe untuk lingkungan yang dapat berfungsi bukan untuk melawan negara-negara Barat tetapi secara paralel menghadapi negara-negara Barat.

"Setelah beberapa saat, pencapaian utama BRICS adalah menciptakan cara untuk menghindari hegemoni AS di bidang keuangan," ujar Lukyanov, menambahkan bahwa jika saat itu terjadi, Indonesia akan bergabung dengan BRICS karena akan memberikan keuntungan untuk Indonesia.

Sementara itu, Wakil Ketua dan Presiden Pusat Shanghai untuk Studi Strategi RimPac dan Hubungan Internasional Nelson Wong menilai bahwa alasan BRICS muncul adalah karena ada orang-orang yang tidak senang dengan cara dunia diatur selama ini.

"Mengapa, jika organisasi yang ada, seperti OECD, seperti yang lainnya, bekerja dengan sempurna, mengapa ada organisasi baru (SCO, BRICS) yang muncul? Karena orang-orang tidak senang dengan cara dunia diatur selama ini," kata Wong.

Selain itu, Wong juga berpendapat bahwa manipulasi dolar AS dalam pembayaran internasional telah menciptakan lingkungan yang membuat banyak negara merasa tidak diperlakukan dengan adil.

Wong mengatakan bahwa BRICS berencana akan mengumumkan mekanisme pembayaran internasional baru pada Oktober nanti yang kemungkinan akan dapat menggantikan sistem pembayaran uang ada sekarang.

"Ini akan sangat berarti bagi perdagangan dunia, dan saya pikir kami pasti akan membuat BRICS menjadi lebih penting," ujar Wong.

BRICS didirikan pada 2009 dengan anggota Brasil, Rusia, India, dan China, serta Afrika Selatan yang bergabung pada 2011, yang kemudian akronim dibentuk dari huruf pertama negara anggota tersebut.

Pada Desember 2023, beberapa negara lainnya bergabung, tetapi kelompok tersebut memutuskan untuk tetap menggunakan nama BRICS.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kabar Baik! Rupiah Menguat ke Rp17.690 per Dolar AS

BNPB Evakuasi Lansia Korban Gempa Pulau Palue ke RSUD Maumere, Begini Kondisinya

Mau Bayar Pajak Kendaraan Bermotor? Ini 14 Lokasi Samsat Keliling Jadetabek Senin

Jumlah rumah rusak akibat gempa di NTT

Cabai Rawit Makin Pedas! Harga Capai Rp69.950/Kg dan Telur Ayam Rp29.250

Mengkhawatirkan! Burung Ekek Keling Sunda Terancam Punah, Populasinya Kian Menurun

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.