Ini Kisah Organisasi di Hong Kong Jembatani Penyandang Tunarungu

Selasa, 24 Sep 2024, 00:13 WIB

Hong Kong - "Halo! Nama saya Wanzy. Saya seorang pencinta kucing," kata juru bahasa isyarat Wanzy Lo, sambil meletakkan tiga jari secara horizontal di wajahnya saat memperkenalkan diri.

Gerakan tangan ini merepresentasikan kumis kucing dan huruf "W" pada Wanzy, yang menjadi nama isyarat Lo.

Organisasi Masyarakat Tunarungu Hong Kong (Hong Kong Society for the Deaf/HKSD) menetapkan tanggal 18 September sebagai Hari Bahasa Isyarat Hong Kong sejak 2016. Setiap tahun sekitar pekan ketiga September, Lo, Sign Language Officer HKSD, dan rekan-rekannya sibuk mempersiapkan berbagai kegiatan untuk mempromosikan bahasa isyarat.

Pada Minggu (22/9), upacara peluncuran Hari Bahasa Isyarat Hong Kong tahun ini digelar di sebuah pusat perbelanjaan yang besar. Salah satu kegiatan yang menjadi sorotan adalah mengajarkan masyarakat untuk membuat nama mereka sendiri menggunakan bahasa isyarat.

Juru bahasa isyarat HKSD tidak hanya menyampaikan makna secara akurat, tetapi juga menangkap esensi pesan guna meningkatkan "keterbacaan".

Pada April lalu, Lo dan salah satu koleganya diundang untuk menjadi juru bahasa isyarat di acara Hong Kong Film Awards. Ini merupakan kali pertama bagi Lo melakukan penjurubahasaan bahasa isyarat dalam program siaran langsung yang berorientasi hiburan. Meskipun berada dalam situasi penuh tekanan, dia berusaha secara maksimal untuk tetap memberikan hasil yang terbaik.

"Film merupakan sebuah seni. Ketika menjurubahasakannya, ini bukan hanya soal menyampaikan informasi secara kaku kepada penonton, melainkan juga mengekspresikan emosi," ungkap Lo. Ketika menjurubahasakan pertunjukan lagu dan pidato yang menyentuh, dia akan memperkuat ekspresi wajahnya agar membuat para penonton tunarungu lebih terhubung.

Sekitar 10 tahun lalu, pemerintah Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong dan Dewan Legislatif SAR Hong Kong mulai mencoba memperkenalkan penjurubahasaan bahasa isyarat secara langsung untuk beberapa pertemuan penting, dan HKSD memainkan peran sebagai perintisnya.

Penjurubahasaan bahasa isyarat adalah hal yang sangat menantang, terutama dalam program siaran langsung, yang membutuhkan respons cepat dan penyampaian makna yang cepat. Juru bahasa harus memperhatikan informasi yang berbeda dalam kehidupan sehari-hari.

Lo menekankan bahwa baik dalam penerjemahan teks maupun penjurubahasaan bahasa isyarat, seseorang diharapkan memiliki dasar pengetahuan yang lebih luas daripada yang lain agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik.

Saat ini, ada sembilan juru bahasa isyarat penuh waktu di HKSD dan jadwal mereka selalu padat.

Permintaan untuk layanan penjurubahasaan bahasa isyarat di Hong Kong terbilang cukup tinggi. Pada 2023 hingga 2024, HKSD sendiri telah menyediakan lebih dari 82.000 layanan penjurubahasaan bahasa isyarat.

Menurut "Daftar Juru Bahasa Isyarat di Hong Kong" (List of Sign Language Interpreters in Hong Kong) yang dibuat oleh beberapa organisasi kesejahteraan setempat, saat ini, terdapat lebih dari 50 juru bahasa isyarat di Hong Kong yang memenuhi persyaratan dasar.

Timmy Chan, kepala Pusat Bahasa Isyarat HKSD, mengatakan bahwa meski para penyandang tunarungu dapat berkomunikasi melalui tulisan atau aplikasi pesan di ponsel, bahasa isyarat tatap muka tetap menjadi metode yang ideal bagi mereka.

"Juru bahasa isyarat adalah jembatan penghubung yang penting antara penyandang tunarungu dan dunia luar," ujar Chan, seraya berharap agar semakin banyak orang yang bergabung dalam kelompok juru bahasa isyarat, sehingga semakin banyak penyandang tunarungu yang dapat merasakan manfaatnya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.