Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Profesor Asal Jepang Bahas Genetika Keanekaragaman Hayati di Unhas

📅 Senin, 23 Sep 2024, 00:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Profesor Asal Jepang Bahas Genetika Keanekaragaman Hayati di Unhas Doc: ANTARA/HO-Unhas
Ket. Profesor Kamiya asal Jepang menerima cenderamata dai Fakultas Kehutanan Unhas usai memberikan kuliah umum di Unhas.

Makassar - Profesor dari Faculty of Agriculture, Ehime University Koichi Kamiya Jepang turut hadir membahas studi genetika dan genomik untuk konservasi keanekaragaman hayati di Universitas Hasanuddin (Unhas) di Makassar Provinsi Sulawesi Selatan.

Prof KoichiKamiya dalam keterangan resmi yang diterima di Makassar, Minggu, mengatakan keragaman genetikadalah perbedaanDNA antarindividu atau perbedaan antarpopulasi.

Keragaman genetik termasukmutasi danrekombinasi genetik serta sumber utama keragaman genetik.

"Mutasi tunggal akan mengubah frekuensi lintas generasi, sementara mutasi netral ciri-cirinya adalah frekuensi meningkat atau menurun kecepatannya tergantung pada ukuran populasi, tetap atau hilang dalam suatu populasi dan dibagi antara populasi distrik melalui migrasi," jelas Prof Koichi Kamiya.

Ia juga menegaskan soal keanekaragaman filogeografi pohon hutan hujan tropis. Hutan hujan tropis di Asia Tenggara secara historis tidak stabil, perubahan iklim pada zaman Pleistosen telah mempengaruhi pola variasi genetik populasi dan distribusi biogeografis spesies.

Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kehutanan Unhas Dr Syamsu Rijal SHut MSi IPU mengucapkan terima kasih atas kehadiran Prof Koichi Kamiya pada kegiatan kuliah umum di Unhas.

"Saya sangat berharap mahasiswa Fakultas Kehutanan Unhas bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk memperluas pengetahuan tentang studi genetika dan genomik untuk keanekaragaman konservasi hayati," jelas Dr Syamsu Rijal.

Sementara Ketua Program Studi Konservasi Hutan Fakultas Kehutanan Unhas Prof Dr Ngakan Putu Oka MSc. menyampaikan bahwa penelitian dengan pendekatan genetika masih belum banyak dilakukan di prodi konservasi hutan, sehingga dari itu kedatangan Prof Kamiya sangat berharga kali ini.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi setinggi-tingginya kepada Prof Kamiya, yang di sela-sela kesibukannya masih menyempatkan melakukan kuliah umum hari ini," ujarnya.

"Kesempatan ini akan mahasiswa gunakan dengan baik untuk memperluas khazanah pengetahuan mengenai pendekatan molekuler dalam memecahkan masalah-masalah konservasi khususnya di Bioregion Wallacea," jelas Prof Oka.

Ia berharap kunjungan Prof Kamiya itu akan menjadi pembuka jalan kerja sama selanjutnya bagi program studi Konservasi Hutan dan jembatan kesempatan untuk mahasiswa melakukan studi di Ehime University.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.