- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov Didorong Intensifk...
Pemprov Didorong Intensifkan Pelatihan Kerja
Sabtu, 21 Sep 2024, 01:51 WIBJAKARTA - Pemprov Jakarta diminta mengintensifkan pelatihan keterampilan kerja untuk menekan angka pengangguran. Ini bisa dilakukan Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi serta Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Jakarta.
"Pengintensifan keterampilan diperlukan terutama saat iklim usaha dalam kondisi lesu," tandas anggota DPRD Jakarta, Pandapotan Sinaga, Jumat (20/9). Sadaran terutama untuk warga Jakarta lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) ataupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Dengan begitu, mereka mempunyai bekal keterampilan sebagai bekal terjun ke dunia kerja secara profesional.
Pelatihan bisa berupa berwirausaha. Pada saat nanti menjadi Daerah Khusus Jakarta, mampu menampung angkatan kerja. Menurutnya, salah satu kekuatan Jakarta, sampai saat ini masih menjadi pusat industri. Selain itu, juga ditopang UMKM dan industri tekstil yang juga difasilitasi untuk ekspor.
Pandapotan pun berharap kepada Gubernur Jakarta terpilih agar dapat bekerja sama dengan anggota legislatif. Ini terutama dalam optimalisasi program-program peningkatan keterampilan. "Dalam komunikasi dengan gubernur terpilih, maka pengangguran bisa ditekan," kata Pandapotan.
Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi) Jakarta pada awal Agustus lalu menyatakan bersama pemangku kepentingan focus membuka pelatihan kerja bidang yang lebih khusus seperti pelatihan las atau berkaitan dengan tenaga industri.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jakarta juga meningkatkan produktivitas kerja bagi para pekerja untuk menghasilkan lebih banyak produk. Adapun kapasitas pelatihan kerja tahun 2024 di Pusat Pelatihan Kerja Jakarta Timur sebanyak 1.200 orang, Jakarta Selatan (960), Jakarta Barat (1.140), Jakarta Pusat (1.260) dan Jakarta Utara (1.330).
Lalu kapasitas di Pusat Pelatihan Kerja Pengembangan Industri sebanyak 1.800 orang. Sedangkan Pusat Pelatihan Kerja Khusus Pengembangan Las 392 orang.
Terkait UMKM
Sementara itu, anggota DPRD Jakarta lainnya, Suhud Alynudin, mengharapkan Pemprov Jakarta memperbanyak lokasi sementara bagi pelaku UMKM di sekitar perkantoran, termasuk sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Dengan begitu, kata dia, pasar para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) khususnya binaan Jakpreneur semakin luas. Lokasi sementara juga bisa menarik minat para karyawan. Ini juga menjadi peluang gedung-gedung sepanjang Jalan Sudirman. "Sediakan saja ruang untuk UMKM, akan banyak karyawan belanja," ujar Suhud.
Suhud berpendapat pemberdayaan UMKM Jakarta perlu ditingkatkan demi menumbuhkan perekonomian local. Juga masyarakat dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap peluang kerja. Maka, dia mengimbau Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah meningkatkan pelatihan bagi para pelaku UMKM.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.