Belanda Pulangkan Ratusan Objek Budaya Nusantara ke Indonesia
Sabtu, 21 Sep 2024, 00:00 WIBJAKARTA - Pemerintah Kerajaan Belanda memulangkan 288 objek bernilai budaya Indonesia yang berada di Belanda sejak era kolonial ke Tanah Air, berdasarkan rekomendasi Komite Koleksi Kolonial Belanda. Pemulangan objek budaya tersebut akan menjadi yang kedua menyusul repatriasi pertama terhadap objek budaya Indonesia dan Sri Lanka pertengahan 2023.
"Ini adalah kali kedua kami mengembalikan benda-benda yang seharusnya tak pernah berada di Belanda," ucap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, Eppo Bruins, sebagaimana pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar Belanda di Jakarta, Jumat (20/9).
Seperti dikutip dari Antara, serah terima 288 objek budaya dilakukan pada Jumat waktu setempat di Wereldmuseum Amsterdam, tempat objek budaya tersebut disimpan dan dipamerkan.
Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Hilmar Farid, mewakili pemerintah Indonesia dalam serah terima tersebut. Hadir pula perwakilan dari Komite Repatriasi Indonesia.
Objek-objek budaya yang dipulangkan tersebut terdiri dari 284 objek bersejarah, seperti senjata, koin, dan perhiasan terkait Puputan Badung yang diboyong pulang pasukan kolonial Belanda usai menaklukkan Kerajaan Badung dan Tabanan di Pulau Bali pada 1906. Objek budaya tersebut kemudian dipamerkan di Wereldmuseum.
Pemulihan Material
Selain itu, ada pula empat patung Hindu-Buddha, yaitu patung Bhairava, Nandi, Ganesha, dan Brahma, yang dibawa ke Belanda dari Jawa pada paruh pertama abad ke-19. "Kembalinya objek-objek tersebut penting terkait pemulihan material (untuk Indonesia)," kata Menteri Pendidikan Belanda.
Komite Koleksi Kolonial Belanda sebelumnya menyarankan pemerintah Belanda untuk mengembalikan objek-objek tersebut berdasarkan penelitian asal-usul oleh Wereldmuseum dan sesuai dengan kebijakan nasional mengenai koleksi kolonial.
Rekomendasi tersebut disusun melalui dialog dan kerja sama erat dengan Komite Repatriasi Indonesia dan ahli terkait, dan pemangku kepentingan dari kedua negara terus berkoordinasi demi memastikan kelancaran proses repatriasi kedua ini.
Sebelumnya, Belanda dan Indonesia memperkuat ikatan budaya melalui program pertukaran pengetahuan museum yang memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman, sehingga meningkatkan kemampuan para profesional museum di Jakarta.
Kedutaan Besar Kerajaan Belanda melalui keterangan resminya menjelaskan inisiatif tersebut merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Timor Leste, Asean, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dutch Cultural Heritage Agency (RCE), dan Reinwardt Academy.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Gandeng Brimob, KKP Teken Kerjasama Amankan Produk Perikanan dari Kontaminasi Radioaktif
-
Hasil Pertandingan Grup F Piala Dunia 2026: Belanda Pesta Gol 5-1 ke Gawang Swedia
-
Polres Dumai Riau Selamatkan 29 Calon PMI Ilegal Korban TPPO
-
Tiongkok-Myanmar Janji Tingkatkan Kerja Sama
-
Menaker RI Saksikan Penandatanganan PKB XVI Bridgestone Indonesia, Apresiasi Hubungan Industrial Harmonis dan Transformatif.
-
Pagelaran pusaka nasional
-
KemenPPPA Dorong Akses Keuangan Inklusif bagi Kaum Perempuan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.