Kemendikbud: Butuh Pengelola Kebudayaan yang Memahami Kekayaan Budaya

Jumat, 20 Sep 2024, 09:30 WIB

JAKARTA - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid menyampaikan pentingnya pengelola kebudayaan di tiap daerah memahami kekayaan budaya lokal, utamanya di bidang keanekaragaman hayati dan budaya atau biocultural diversity.

"Kalau mau membenahi administrasi dan kebijakan kebudayaan ke depan, perlu memahami itu dulu, tahu persis apa yang sebetulnya menjadi kekayaan kita. Kalau tu kita tahu, administrasinya akan mengarah bagaimana melayani pemanfaatan kekayaan itu secara penuh, dan ini butuh kerja sama lintas bidang," katanya dalam kuliah umum di Universitas Gadjah Mada, DI Yogyakarta, yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Kamis (19/9).

Hilmar menjelaskan penanda paling penting dalam transformasi kebudayaan yakni dengan dikeluarkannya Undang-Undang (UU) Nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan.

"Awalnya banyak penolakan, masak kebudayaan mau diatur? Kebudayaan kan sesuatu yang hidup di dalam masyarakat, kalau di undang-undangkan bukannya membatasi? Sedangkan pandangan yang lain, kalau kebudayaan enggak kita kelola dengan baik, maka kita akan rentan dengan kebudayaan yang lain, jadi debat ini enggak ada habisnya," paparnya.

Untuk itu, dengan hadirnya UU tersebut, yang dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 87 tahun 2021, maka muncul gagasan tentang objek pemajuan kebudayaan yang menjadi dasar seluruh pemangku kepentingan dalam memajukan kebudayaan di masing-masing daerah, dan tidak sekadar berkutat pada definisi kebudayaan.

"Kita harus berpikir dengan pendekatan baru, mulai berpikir apa yang akan ditangani dan bagaimana menanganinya, lalu mulai memperhatikan unit atau satuan yang mau ditangani, dari sinilah muncul objek pemajuan kebudayaan," ucapnya.

Ia menjelaskan kerja sama di bidang kebudayaan tidak boleh terbatas dikerjakan oleh orang-orang yang bergerak di bidang budaya saja, tetapi dari pelaku di bidang-bidang lain atau multidisiplin.

"Enggak mungkin dikerjakan oleh antropolog, sejarawan saja. Penting bagi teman-teman berpikir lintas bidang, bukan sekadar multidisiplin, melainkan lintas trans-disiplin, jadi melampaui bidangnya, bukan sekadar bekerja sama dengan bidang yang lain, tetapi mampu keluar dari cangkang disiplin ilmu kita untuk bisa berkontribusi pada suatu yang lebih besar," tuturnya.

Menurutnya, dengan kerja sama multidisiplin, maka Indonesia dapat menangani kompleksitas biocultural diversity.

"Kalau kita dekati hanya ekonomi, orang hanya akan berbicara tentang nilai, ada 1.000 hektare dimanfaatkan sebagai kebun, tetapi kalau sekarang bekerja sama dengan yang mengerti farmasi, mikrobiologi, ekologi, maka akan mendapatkan gambar yang sama sekali berbeda mengenai aset keanekaragaman budaya yang sama," demikian Hilmar Farid.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Aplikasi GoPay Hadirkan Fitur DBL Indonesia, Meriahkan Kompetisi Basket Pelajar se-Indonesia

Wujud Kepedulian BUMN, TelkomGroup Salurkan Bantuan Rp1,3 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Resmikan Jaksinema Pasar Rumput, Wagub Rano Minta Bioskop Mini Rp15 Ribu di Tiap Rusun

Debt Collector Paksa Masuk ke Dalam Mobil, Piting Leher dan Ancam Pengemudi

TNI-Polri Bongkar Arena Judi Sabung Ayam di Gowa, Tidak Ada Orang di Lokasi

Dinsos Tanjungpinang Buka Ruang Bagi Warga untuk Perubahan Desil

Sudah 2 Hari Juanda Belum Ditemukan Akibat Terseret Arus saat Kemping di Pantai

DPR Sebut RUU Perampasan Aset Disusun dengan Hati-hati

Atasi Kebakaran Gambut di Kalimantan Barat, Wamen LH Diaz Hendropriyono Dorong Swasta Bangun Sekat Kanal

Resmikan RS Toto Tentrem, Gubernur Pramono Dorong Penguatan Layanan Stem Cell Jakarta

Apakah Rambut Botak Bisa Tumbuh Lagi? Kenali Tandanya

Sukhoi TNI AU Tergelincir di Lanud Hasanuddin Hingga Area Rumput Dekat Jalan Makassar-Maros

LRT Jakarta Pasang Tarif Promo Rp5.000! Rute Velodrome-Manggarai Siap Diresmikan

Cetak Sejarah di Paris! AG.AL Juara Club Champion EWC 2026, Kantongi Hadiah Rp110 Miliar

Paket Pernikahan Elegan di Pusat Jakarta! Mangkuluhur ARTOTEL Suites Buka Harga Mulai Rp25 Juta

Agrowisata Petik Anggur Kini Jadi Tren Wisata Baru di Kepulauan Riau

Mendagri: Korban Gempa NTT Bisa Cetak Ulang Dokumen KTP, KK, hingga BPKB Secara Gratis

BMKG: 6.409 Gempa Bumi Susulan Guncang Flores

DPR Dorong Pemerintah Buka Potensi Wajib Pajak Baru

KPK Tekankan Pentingnya Penguatan Integritas Kampus usai OTT di Unsoed

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.