Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Utang Federal AS Melonjak Tinggi, Tingkatkan Kekhawatiran Publik

26 Kamis, 19 Sep 2024, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Utang Federal AS Melonjak Tinggi, Tingkatkan Kekhawatiran Publik Utang Federal AS Melonjak Tinggi, Tingkatkan Kekhawatiran Publik Doc: ANTARA/Xinhua/Hu Yousong
Ket. Gedung Departemen Keuangan AS di Washington, D.C., Amerika Serikat.

New York - Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) tahun ini berpotensi melampaui 1,9 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp15.338), atau lebih dari 6 persen dari output ekonomi, ambang batas yang sebelumnya hanya pernah tercapai pada era Perang Dunia II, krisis keuangan 2008, dan pandemi COVID-19, menurut laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ) pada Senin (16/9).

"Utang federal publik, jumlah keseluruhan dari semua defisit, baru saja melampaui angka 28 triliun dolar AS atau hampir 100 persen dari PDB," sebut WSJ. "Jika Kongres tidak bertindak, total utang akan naik 22 triliun dolar AS lagi hingga 2034. Biaya bunga saja berpotensi melampaui belanja pertahanan tahunan."

Para ekonom dan pembuat kebijakan sudah khawatir bahwa tumpukan utang yang terus bertambah dapat memicu tekanan kenaikan untuk suku bunga, menahan pertumbuhan ekonomi, mengesampingkan prioritas lain, dan berpotensi merusak kemampuan Washington untuk meminjam jika terjadi perang atau krisis lainnya, kata laporan tersebut.

"Sudah ada tanda-tanda peringatan yang meluas, termasuk penurunan peringkat kredit AS dan permintaan yang lesu untuk utang pemerintah di beberapa lelang," katanya.

"Utang federal dan defisit telah melampaui berbagai garis merah imajiner dan konsekuensi yang ditakutkan belum terjadi," menurut laporan WSJ. "Dolar AS tetap menjadi mata uang cadangan dunia, memberikan lebih banyak ruang gerak bagi AS dibandingkan negara-negara besar lainnya ... Ada risiko, tetapi tidak ada krisis fiskal."

"Kita menyadari bahwa kita meminjam lebih banyak dari yang kita tahu kita bisa (pinjam)," kata Jason Furman, seorang ekonom Harvard yang dahulu merupakan penasihat utama mantan presiden AS Barack Obama. "Dan sesungguhnya kita telah meminjam dalam jumlah yang lebih banyak dari perkiraan kita."

Survei menunjukkan bahwa publik khawatir soal defisit tersebut, tetapi mereka juga lebih menyukai politisi yang menawarkan pemangkasan pajak, cek stimulus, dan dana untuk militer, imbuh laporan itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Penyaluran bantuan air bersih di Trenggalek

28 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Penyaluran bantuan air bers...

Sentimen Eksternal Dominan - 26 Oktober 2026

48 menit yang lalu | Oka Wahyu

Ekonomi
Sentimen Eksternal Dominan ...

Perkampungan Suku Bajo di Bajo Sangkuang

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Perkampungan Suku Bajo di B...

Tips Menyalip Kompetitor

1 jam lalu | Opik

Rona
Tips Menyalip Kompetitor
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hasil Liga Spanyol: Dua gol Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menangi El Clasico 2-1 Atas Barcelona

Hasil Liga Spanyol: Dua gol Kylian Mbappe Bawa Real Madrid Menangi El Clasico 2-1 Atas Barcelona

26 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.