Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Nella Agustin Persembahkan Tiga Emas dan Pecahkan Rekor

📅 Rabu, 18 Sep 2024, 07:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
Nella Agustin Persembahkan Tiga Emas dan Pecahkan Rekor Doc: ANTARA/Iggoy el Fitra
Ket. Pelari Sumut Nella Agustin melompati gawang pada final nomor lari gawang 400 meter putri PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Stadion Madya Atletik Sumut Sport Centre, Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (16/9). Pelari Sumut Nella Agustin meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor PON dengan catatan waktu 58,3 detik, medali perak diraih pelari Jabar Dede Heti dengan catatan waktu 61,57 detik, sedangkan medali perunggu diraih pelari Sumbar Hilda Sesri dengan catatan waktu 63,28 detik.

JAKARTA - Beruntung bagi tuan rumah Sumatera Utara karena memiliki Nella Agustin. Betapa tidak, dia sukses mempersembahkan tiga medali emas untuk provinsinya itu dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut.

Nella meraih tiga medali emas cabang Atletik dari nomor lari 200 meter putri Jumat (13/9) dan lari 400 meter gawang putri Senin (16/9). Terbaru, Selasa (17/9) dia menjuarai nomor 4x400 meter mixed.

Khusus nomor 4x400 meter mixed tersebut, medali emas diraih tim Sumatera Utara yang bermaterikan Nella Agustin, Siska Simamora, M Kahairuddin dan Ayyub Niti di babak final di Stadion Madya Atletik Sport Center, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa.

Luar biasanya, dari dua emas yang sukses diraih Nella dari 200 meter putri dan lari 400 meter gawang putri tersebut, keduanya juga berhasil menciptakan rekor baru. Di nomor 400 meter gawang putri, dia mencatatkan waktu 58,3 detik. Ini sekaligus memecahkan dua rekor: rekor nasional dan rekor PON.

Rekor nasional sebelumnya diciptakan Viera Hetari dari Maluku dengan catatan waktu 59,64 detik tahun 2011. Sementara itu, rekor PON sebelumnya atas nama Maryati (NTB) di PON tahun 2012 Riau dengan waktu 60,31 detik.

Sedangkan untuk nomor 200 meter putri, Nella juga berhasil meraih medali emas dengan catatan waktu 23,61 detik sekaligus memecahkan rekornas atas namanya sendiri dengan waktu 23.63 detik.

Selain itu catatan waktu tersebut juga memecahkan rekor PON yang sebelumnya diciptakan Irene Truitje Joseph (Maluku) di PON tahun 2000 Jawa Timur dengan catatan waktu 23.98 detik. Prestasi yang sangat luar biasa, mengingat dara asal Serdang Bedagai itu baru pertama ikut PON.

Apalagi usianya masih 21 tahun. Ini tentunya langkah dan perjuangan untuk lebih banyak mengukir prestasi, sangat terbuka baik nasional maupun internasional seperti Asian Games dan Olimpiade.

Nella sendiri mengaku untuk menggapai target emas saingan terberat adalah dirinya sendiri. Dia ingin menaklukkannya demi berhasil membanggakan keluarga seperti nasihat kedua orang tuanya.

Dia melihat banyak atlet senior yang menjadi lawannya. Namun hal itu tidak menciutkan nyalinya. Ini justru menjadi tantangan dan pembuktian. "Sebab saingan terberat adalah justru diri sendiri. Tinggal bisa mempertahankan waktu yang didapat. Klau bisa lebih bagus lagi, pasti yakin bisa dapat juara," katanya.

Dia rutin latihan keras tiap hari demi mengejar catatan waktu lebih cepat. Dia mengurangi waktu liburan dan mengisinya dengan tetap latihan. Keluarga dan teman-teman sangat mendukung. Pengurus PASI juga terus memotivasi dengan datang langsung melihat latihan.

Ketua Persatuan Atletik Sumatera Utara, David Luther, menyebutkan Nella Agustin memang memiliki potensi sangat besar, apalagi usianya masih sangat muda. "Kami sangat mengapresiasi pencapaian Nella yang baru pertama ikut PON. Semoga ke depan dia semakin banyak mengukir prestasi," ujarnya. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.