- Home
-
- Luar Negeri
-
- PM Inggris Ingatkan Layana...
PM Inggris Ingatkan Layanan Kesehatan Inggris dalam 'Kondisi Kritis'
Sabtu, 14 Sep 2024, 00:04 WIBLondon - Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Kamis (12/9), menyatakan NHS (Layanan Kesehatan Nasional) sedang dalam "kondisi kritis," dan menekankan tambahan dana tidak akan digelontorkan tanpa reformasi substansial.
Menanggapi laporan yang mengejutkan tentang keadaan layanan kesehatan, Starmer mengatakan dalam konferensi pers bahwa NHS "hancur tapi tidak kalah," yang menandakan bahwa meski menghadapi tantangan berat, ada jalan ke depan jika perubahan signifikan dilakukan.
Laporan tersebut, yang ditulis oleh ahli bedah dan mantan menteri tenaga kerja Ara Darzi, mengungkapkan angka-angka yang mengkhawatirkan, termasuk waktu tunggu yang membengkak, keterlambatan di kecelakaan dan gawat darurat (IGD), dan masalah dalam perawatan kanker.
Starmer menyoroti beberapa statistik paling mengejutkan dalam laporan tersebut, termasuk fakta bahwa lebih dari 100 ribu bayi menunggu lebih dari enam jam di IGD tahun lalu.
Selain itu, hampir 10 persen dari semua pasien mengalami waktu tunggu selama 12 jam atau lebih untuk mendapatkan perawatan, dikaitkan dengan ribuan kematian yang mestinya dapat dihindari.
"Ini sangat menghancurkan, memilukan dan membuat marah," kata Starmer.
Kesehatan bangsa telah memburuk secara drastis, dengan 2,8 juta orang tidak aktif secara ekonomi karena penyakit jangka panjang.
"Kita menjadi masyarakat yang semakin sakit," kata Starmer.
Sebelumnya pada hari yang sama, Menteri Kesehatan Wes Streeting menguraikan apa yang dia gambarkan sebagai tiga "perubahan besar" yang diperlukan untuk mengatasi krisis NHS: perpindahan dari rumah sakit ke perawatan masyarakat, transisi dari layanan analog ke digital, dan pergeseran dari mengobati penyakit ke mencegah penyakit.
Starmer menggemakan sentimen tersebut, menyerukan fokus yang lebih besar pada intervensi dini melalui perawatan masyarakat (puskesmas), yang dia yakini dapat membantu meringankan tekanan pada rumah sakit.
"Kita harus beralih dari rumah sakit ke perawatan masyarakat," kata Starmer.
Dia berpendapat bahwa dengan menangani masalah kesehatan lebih awal, lebih sedikit orang yang perlu mengambil cuti sakit dari pekerjaan atau memerlukan perawatan di rumah sakit.
Sementara Starmer menekankan kebutuhan mendesak untuk reformasi, dia dengan jelas mengatakan bahwa pendanaan tambahan saja tidak akan menyelesaikan masalah.
Dia mengatakan bahwa setiap investasi keuangan harus disertai dengan perubahan struktural, khususnya dalam cara perawatan yang diberikan dan dalam kemampuan NHS untuk mengadopsi teknologi baru.
"NHS berada di persimpangan jalan dan Inggris memiliki pilihan tentang cara memenuhi permintaan tersebut. Reformasi atau mati," kata Starmer.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
UIN Jakarta Perkuat Mutu Pendidikan Ekonomi Bisnis Cetak SDM Unggul
-
REI Sebut Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses Rumah bagi Pekerja Informal
-
Dua Embung Baru di Jaksel Resmi Beroperasi, Siap Hadapi Cuaca Ekstrem Jakarta
-
Konferensi APS III Siap Digelar, Mengusung Tema Inovasi Pembangunan Papua Berbasis Etnosains
-
Wow! Ekosistem Burung Kicau di Indonesia Bernilai Hingga Rp2 Triliun
-
Pemprov Kalimanta Barat Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik
-
Bidik Nasabah Ritel hingga Korporasi, OCBC Perkuat Layanan Wealth Management
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.