- Home
-
- Luar Negeri
-
- Perang Antar-geng Narkoba ...
Perang Antar-geng Narkoba di Meksiko Tewaskan 15 Orang
Sabtu, 14 Sep 2024, 10:42 WIBCULIACAN - Pertempuran yang meningkat antara geng salah satu kartel narkoba paling kejam di Meksiko menewaskan sedikitnya 15 orang minggu ini di basis geng yang diguncang oleh tembakan, penculikan dan pembakaran, kata pihak berwenang pada hari Jumat.
Bala bantuan keamanan telah dikirim ke negara bagian Sinaloa di barat laut, benteng gembong narkoba yang dipenjara Joaquin "El Chapo" Guzman dan putra-putranya. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan.
Pertikaian ini terjadi setelah penangkapan dramatis salah seorang pendiri Kartel Sinaloa, Ismael "El Mayo" Zambada, di AS pada bulan Juli, yang mengklaim bahwa dirinya telah diculik di Meksiko dan diserahkan ke tahanan AS tanpa keinginannya.
Zambada (76) ditahan bersama Joaquin Guzman Lopez, putra El Chapo, yang menjalani hukuman seumur hidup di Amerika Serikat.
Gelombang kekerasan di ibu kota negara bagian Sinaloa, Culiacan, diyakini mengadu anggota geng yang setia kepada El Chapo dan putra-putranya melawan orang lain yang bersekutu dengan Zambada, yang mengaku tidak bersalah atas serangkaian tuduhan di pengadilan New York pada hari Jumat.
"Persaingan ini bermula dari peristiwa 25 Juli," kata gubernur negara bagian Sinaloa Ruben Rocha Moya.
Presiden Andres Manuel Lopez Obrador pada hari Jumat mendesak faksi-faksi yang bertikai untuk "bertindak dengan tanggung jawab yang seminimal mungkin," dan mendesak mereka untuk tidak "menyakiti orang-orang yang tidak bersalah."
Ia meminta warga "untuk bertindak hati-hati, tetapi jangan sampai panik." Semoga keadaan Culiacan segera kembali normal."
Kantor kejaksaan negara mengatakan bahwa selain 15 kasus kematian, pihaknya sedang menyelidiki 20 kasus dugaan penghilangan paksa.
Pihak berwenang minggu ini mengumumkan penutupan sekolah di beberapa distrik dan pembatalan perayaan Hari Kemerdekaan karena kekerasan tersebut.
"Tidak akan ada perayaan, baik publik maupun privat," kata gubernur.
Banyak toko tutup dan supermarket mengalami kekurangan makanan akibat kepanikan membeli barang.
"Para pekerja tidak merasa aman untuk pergi bekerja, dan pemilik bisnis juga menghadapi kesulitan untuk beroperasi dalam kondisi yang buruk ini," kata pernyataan dari Kamar Dagang Nasional.
Amerika Serikat pada hari Kamis mengeluarkan peringatan keamanan karena "laporan pencurian mobil, penembakan, operasi pasukan keamanan, pemblokiran jalan, pembakaran kendaraan, dan penutupan jalan" di sekitar Culiacan.
"Warga AS di seluruh Sinaloa harus tetap waspada terhadap potensi kekerasan di seluruh negara bagian," katanya.
Culiacan menjadi lokasi kerusuhan berdarah yang dilakukan kartel Sinaloa pada Oktober 2019 selama operasi keamanan yang gagal untuk menangkap salah satu putra El Chapo, Ovidio Guzman, dan pada Januari 2023, ketika putranya akhirnya ditangkap.
Meningkatnya kekerasan kriminal, sebagian besar terkait dengan perdagangan narkoba dan geng, telah menyebabkan lebih dari 450.000 orang terbunuh di Meksiko sejak tahun 2006.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Pemerintah AS Keluarkan Peringatan Perjalanan dan Serukan Warganya di Meksiko Mencari Tempat Berlindung
-
Didukung Intelejen AS, Meksiko Melacak Bos Kartel Narkoba 'El Mencho' Melalui Pasangannya
-
Pemkab Lumajang Buat Gebrakan, 8.363 Ketua RT/RW Diberikan BPJS Ketenagakerjaan
-
Khofifah dan Muslimat NU Jabar Serukan PBB Hentikan Perang Demi Perdamaian Dunia
-
Konferensi Perubahan Iklim, Indonesia Perkuat Tata Kelola dan Integritas Kredit Alam
-
Pasukan Khusus Meksiko Berhasil Membunuh Bos Kartel Narkoba Paling Dicari di Dunia
-
10.000 Langkah Melawan Osteoporosis: Anlene™ dan PEROSI Gerakkan 12.000 Warga Jakarta
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.