Pastikan Keberlanjutan, Lumbung Pangan Harus Mampu Tambah Pasokan

Sabtu, 14 Sep 2024, 00:09 WIB

JAKARTA - Pemerintah diminta membuat perencanaan yang matang dan komprehensif sebelum memutuskan untuk membangun lumbung pangan di satu daerah. Hal itu agar program yang menyedot anggaran cukup besar itu bisa berlanjut dan benar-benar ada hasilnya berupa tambahan pasokan produk pertanian. Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Dwijono Hadi Darwanto, yang diminta tanggapannya di Yogyakarta, Jumat (13/9), mengatakan sebelum program "Food Estate" di Merauke, Papua Selatan, program serupa sebelumnya pernah dilaksanakan, namun terhenti karena permasalahan irigasi. "Dulu, irigasinya diserahkan ke swasta sehingga biaya irigasi menjadi tinggi dan tidak mampu mengairi sawah," jelas Dwijono.

Kondisi itu menyebabkan proyek tersebut sempat ditinggalkan, dan baru dilanjutkan kembali saat ini. Menurut Dwijono, kunci sukses dari proyek tersebut adalah pembenahan irigasi agar air dapat mengaliri sawah secara memadai. Selain itu, perlu ada kesiapan sarana produksi seperti pupuk dan tenaga kerja, baik manusia maupun mesin, terutama dalam pengolahan lahan yang sebelumnya merupakan lahan kering. "Benih yang baik membutuhkan syarat tumbuh yang tepat, dan tanpa irigasi yang memadai, lahan sawah tersebut akan sulit produktif," tambah Dwijono.

Ket. Foto: Lumbung Pangan Harus Mampu Tambah Pasokan — Sumber: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH

Supaya program itu memberikan hasil yang optimal maka penting bagi pemerintah untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur pendukung, khususnya irigasi, sudah siap sebelum melanjutkan proyek ini lebih jauh. Melihat tantangan yang ada, program tersebut jelas Dwijono tidak hanya memerlukan komitmen dari pemerintah, tetapi juga kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak guna memastikan keberlanjutan proyek tersebut dalam jangka panjang.

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Esther Sri Astuti, mengatakan program ekstensifikasi seharusnya mempertimbangkan lokasi yang strategis. "Saya rasa Papua bukan lokasi yang tepat karena beras bukan makanan utama penduduk Papua," tegas Ether. Jika beras hasil produksinya dikirim ke Jawa atau Indonesia bagian barat maka biayanya akan mahal sehingga harga pokok penjualan (HPP) beras pun akan mahal. Secara teknis, kata Esther, harus dilihat apakah Papua cocok untuk dibuat sawah. Selain itu, program intensifikasi bisa dilakukan dulu karena lahan sudah ada. Teknologi, infrastruktur, dan sarana prasarana (sarpras) pertanian serta bimbingan teknis untuk petani harus dimaksimalkan untuk peningkatan produksi beras.

Program Strategis Nasional

Sebelumnya, Komandan Satgas BKO Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan program lumbung pangan nasional sejuta hektare sawah di Merauke, Papua Selatan, merupakan program strategis nasional, dan bukan merupakan program investasi dari proyek swasta. "Pembangunan satu juta hektare sawah di Merauke adalah program strategis nasional dan bukan merupakan investasi atau proyek swasta karena semua dibiayai dan dikerjakan atas nama negara," kata Ahmad Rizal saat mengunjungi langsung masyarakat Kampung Wogikel dan Kampung Wanam, Distrik Wanam, Merauke, sebagaimana keterangan diterima di Jakarta, Jumat (13/9).

Rizal mengatakan program strategis nasional pembangunan satu juta hektare sawah murni untuk menyejahterakan masyarakat pedalaman Papua khususnya di Merauke Papua Selatan. "Program strategis nasional dilakukan di Merauke karena pemerintah melihat Merauke memiliki potensi yang luar biasa sumber daya pertaniannya. Lahannya luas dan datar, subur, airnya juga melimpah, cuaca juga sangat mendukung untuk budi daya padi sepanjang tahun," kata Ahmad. Menurut dia, program cetak sawah satu juta hektare di Merauke akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat karena sejalan dengan itu, akan terbangun infrastruktur jalan dan jembatan, serta fasilitas umum dan sosial mulai dari tingkat kampung sampai kabupaten yang memadai.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, sebelumnya mengunjungi Distrik Wanam, Merauke, pada akhir Agustus 2024 lalu, mengatakan Merauke diproyeksikan menjadi sumber utama pemenuhan kebutuhan beras nasional dalam dua tahun ke depan. "Kita optimis dua tahun ke depan swasembada plus dimulai dari sini," ujarnya. Dalam program cetak sawah seluas satu juta hektare di Merauke, turut dibangun pula infrastruktur pendukung, di antaranya pembangunan jalan sepanjang 135,5 km dari Ilwayab hingga Ngguti.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Eko S, Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

Berita Terbaru

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.