Indonesia Harap Tsunami 20 Tahun Silam Bawa Asean Lebih Tangguh Bencana

Kamis, 12 Sep 2024, 05:08 WIB

Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia (RI) melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berharap gempa dan tsunami di Samudera Hindia yang melanda sejumlah negara 20 tahun silam membawa pengaruh negara-negara anggota Asean untuk lebih tangguh bencana.

Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa dengan merefleksikan tragedi gempa dan tsunami tersebut maka kerja sama dan solidaritas antarnegara menjadi salah satu modal penting dalam upaya menciptakan ketangguhan menghadapi potensi serupa di masa depan.

"Melalui kerja sama antarnegara dapat membangun kawasan yang lebih tangguh, yang tidak hanya siap menghadapi bencana, tetapi juga mampu bangkit lebih kuat setelahnya," katanya saat menjadi pembicara dalam Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2024 dan pameran Asia Disaster Management and Civil Protection Expo, and Conference (ADEXCO) di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (11/9).

Ia menjelaskan forum internasional yang diikuti delegasi dari 10 negara Asean dan melibatkan kalangan praktisi, pelaku usaha bidang kebencanaan, hingga ilmuwan global tersebut, turut mempersiapkan berbagai aspek ketangguhan menghadapi bencana.

Misalnya, katanya, penyediaan teknologi inovasi sistem pendeteksi gempa dan tsunami yang akurat, terintegrasi, hingga upaya pembentukan keterampilan masyarakat dan tata kelola pembangunan kawasan yang berkelanjutan.

Gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia yang terjadi pada Desember 2004 dirasakan dan menimbulkan kerusakan yang besar di 14 negara, termasuk di Indonesia, Thailand, Malaysia, Myanmar hingga negara di Asia Selatan dan Afrika Timur.

Sejarah mencatat peristiwa itu mengakibatkan lebih dari 227 ribu orang meninggal, lebih dari 45 ribu orang dinyatakan hilang, dan puluhan ribu orang lainnya luka-luka.

Sejumlah ilmuwan menilai terbatasnya akses informasi kebencanaan, dan belum adanya sistem pendeteksi gempa dan tsunami yang memadai turut mempengaruhi besarnya dampak yang ditimbulkan kala itu.

Merespons kondisi tersebut, ia mengatakan bahwa sejarah bencana masa lalu itu telah mendorong Indonesia terus berupaya menyempurnakan kecanggihan teknologi dan memadukannya dengan kearifan lokal masyarakat untuk memitigasi risiko bencana.

Adapun teknologi yang dimaksud berupa sistem peringatan dini atau early warning system (EWS) berbasis sensor, dan Tsunami Early Warning System (InaTEWS) yang pengendaliannya dilakukan oleh BNPB bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Kita perlu memastikan jika tragedi tersebut terjadi lagi kita siap dan tangguh menghadapinya, dan juga mampu membangun masa depan yang lebih aman," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan dalam kesempatan yang sama oleh Ketua Komite Asean Untuk Manajemen Bencana sekaligus Direktur Nasional Pusat Pengelolaan Bencana Negara Brunei Darussalam, Kolonel (Rtd) Muhd Harrith Rashidi Bin Haji Muhd Jamin.

Ia mengatakan negara-negara Asean akan belajar terus dari bencana masa lalu tersebut untuk meningkatkan sistem penanggulangan bencana.

??????Bahkan, pihaknya mendorong melalui forum seperti GFSR dan ADEXCO dapat melahirkan peta jalan mitigasi bencana regional yang lebih baik dari sebelumnya, salah satunya menyangkut bidang pemanfaatan sistem peringatan dini yang terintegrasi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Tangsel Lanjutkan Program Bedah Rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah, miskin, dan Penyandang Disabilitas

InJourney Airports Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Pesisir Banyuwangi

170 Pendaki Semeru Berhasil Dievakuasi dari Ranu Kumbolo Akibat Kebakaran

Bareskrim Tangkap Pemilik THM Planet Batam yang Kabur ke Singapura

Bos CIA ke Moskow Bawa Peringatan Keras untuk Russia

Kepolisian Bantu 25.000 Liter Air Bersih untuk Warga Pulau Penyengat

Damkar Gunungkidul Tangani 49 Karhutla Sepanjang Mei-Agustus

Api Melalap Hutan Kota Koba Bangka Tengah, Tim Gabungan Bergerak Cepat!

DLH Terjunkan Tim Awasi Aktifitas Lapak Barang Bekas untuk Cegah Pencemaran

Kisah Mengharukan “Rumah Singgah”, Film yang Menyalakan Harapan Pejuang Kanker

Desil DTSEN Dipersoalkan, DPR Desak Parameter Penentuan Diperbaiki

Bukan Sekadar Pusat Keuangan, PFII Dibangun dengan Konsep “Financial Hub Plus”

UMKM Minim Jaminan Jangan Lagi Tersisih, OJK Dorong Skema Baru Kredit

Anak-anak hingga Lansia Jombang Sambut Hangat Lambaian Prabowo di Atas Maung

Presiden Prabowo Tegaskan Peran Strategis NU dalam Menjaga Stabilitas dan Masa Depan Bangsa

Berkibarlah Umbul-umbul Caruban Nagari Cirebon, Selembar Kain Pemersatu Kemenangan di Sunda Kelapa

Kabar Mengejutkan dari China! Hampir 100 Warga Hilang akibat Banjir Bandang

“Superman: Man of Tomorrow” Selesai Proses Syuting, Jadwal Tayang 9 Juli 2027

Alita dan PLN Electricity Services Kolaborasikan Teknologi untuk Perkuat Infrastruktur Listrik

Undian Liga Champions 2026-27: Skenario Terbaik dan Terburuk Arsenal, Manchester United, serta Manchester City

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.