Masyarakat Tangerang Raya Minati Hunian Vertikal

Rabu, 11 Sep 2024, 03:17 WIB

TANGERANG - Masyarakat Tangerang Raya banyak meminati hunian ke atas (vertical) seperti kondominium maupun apartemen. Ini terutama dekat jalan tol dan stasiun.

"Ini masih menjadi salah satu pertimbangan utama calon pembeli Tangerang Raya atau barat Jakarta," tutur Chief Executive Officer Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono, di Tangerang, Selasa.

Ket. Foto: Chief Marketing Officer (CMO) Elevee Condominium yakni Alvin Andronicus (kiri) dan Chief Executive Officer (CEO) Leads Property Services Indonesia Hendra Hartono (kanan) sedang melihat market pembangunan kondominium di wilayah Serpong Tangerang. — Sumber: ANTARA/Irfan

Menurutnya, selain dekat tol, juga lokasi yang memiliki fasilitas lengkap, nyaman, dan berkonsep mixed use. Alasan lain lagi, dekat kampus dan kawasan berkonsep mixed use, khususnya mahasiswa yang memiliki keluarga berasal dari luar kota.

"Apalagi kondominium itu berada di kawasan tonwship dan dekat dengan transportasi umum seperti kereta komuter. Ini akan menjadi daya tarik pembeli kondominium," ujarnya.

Hendra menegaskan, sebaran pasar kondominium Jabodetabek ada di Jakarta 259.344 unit, dengan tingkat penjualan 82,8 persen. Sedangkan untuk Tangerang terdapat 121.372 unit dengan tingkat penjualan 77,4 persen.

Lalu di Bekasi ada 79.417 unit dengan tingkat penjualan 81,2 persen. Depok pasokan 25.918 unit dengan penjualan 89.9 unit. Lalu Bogor 23.123 unit dengan penjualan 72,4 persen.

Hendra menegaskan, Jakarta masih berada di urutan pertama. Lalu disusul Tangerang sebagai wilayah baru tempat hunian. Hal ini karena laju pembangunan di kawasan Tangerang yang dilakukan sejumlah pengembang.

Proyek hunian vertikal di kawasan township, tambah Hendra, terlahir karena adanya kebutuhan. Sebab hunian tapak harganya kian tak terjangkau. Di Jakarta, harga rumah tapak sudah tidak terjangkau untuk pegawai biasa. Opsinya ya bangunan vertikal.

"Hunian vertikal atau kondominium yang memiliki fasilitas lengkap, nyaman, apalagi berkonsep mixed use akan lebih diminati," tambah Hendra. Kondominium yang ada di luar Jakarta seperti Tangerang, tren perkembangannya didorong faktor kedekatan dengan akses jalan tol. "Ini menjadi salah satu pertimbangan utama bagi calon pembeli," ujarnya.

Lebih jauh diungkapkan, koridor barat Jakarta telah menjadi trendsetter industri properti Jabodetabek. Banyaknya proyek properti berkonsep township development yang dikembangkan di kawasan Tangerang Raya membuat area ini menjadi new territory atau wilayah baru yang menjanjikan.

"Pengembangan proyek skala kota di barat Jakarta kebanyakan dikembangkan dengan perencanaan dan konsep yang kuat. Hal ini akan melahirkan pride dan prestige yang nyaman untuk hunian, tambah lagi kawasan bisnis," ujarnya.

Lindungi Konsumen

Sementar itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengingatkan kepada pengelola situs jual-beli rumah agar melindungi konsumen yang sedang mencari rumah. Caranya, dengan menyeleksi aspek legal rumah-rumah yang ditawarkan.

Kebutuhan rumah masih tinggi. Ini ditandai backlog alias kesenjangan produk rumah dengan permintaan yang masih tinggi (sekitar 9 juta unit tahun 2023.

Sekretaris Direktorat Jenderal Perumahan, M Hidayat, mengingatkan, dengan kesenjangan produk rumah dengan permintaan, banyak konsumen mencari rumah di situs perumahan.

"Artinya mereka harus diberikan perlindungan agar rumah yang dibelinya memiliki aspek legalitas yang jelas," tandasnya. Dia mengemukakan, dalam pameran rumah yang diselenggarakan dalam rangka Hari Properti Nasional.

Hidayat mengapresiasi, pameran rumah yang diselenggarakan di salah satu mal di Jakarta Selatan 9-15 September itu. Hal ini membuat para pencari rumah memiliki pilihan. Mereka bisa mencari melalui situs jual-beli rumah atau secara offline di pameran.

Dia menjelaskan kontribusi sektor properti khususnya perumahan terhadap Produk Domestik Bruto sangat signifikan, mencapai 14-16 persen. Maka, menjadi kewajiban bagi pelaku usaha untuk menjaga iklim properti tetap kondusif.

Hidayat menyoroti banyaknya rumah di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) yang tidak dihuni.

Sedangkan di sisi lain banyak masyarakat yang sampai saat ini mencari rumah. "Maka, menjadi kewajiban bagi penyedia situs jual-beli rumah untuk mempertemukan," katanya. wid/Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.