Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lembaga Pemikir Berperan Sangat Penting Sempurnakan Visi Asean

📅 Selasa, 10 Sep 2024, 22:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lembaga Pemikir Berperan Sangat Penting Sempurnakan Visi Asean Doc: ANTARA/Asri Mayang Sari
Ket. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) Kao Kim Hourn pada acara pembukaan Asean Think Tanks Summit (ATTS) di Sekretariat Asean di Jakarta, Selasa (10/9/2024).

Jakarta - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) Kao Kim Hourn menilai bahwa lembaga pemikir dan lembaga akademisi memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk dan menyempurnakan Visi Komunitas Asean.

"Secara konsisten saya menekankan peran penting kepemimpinan intelektual dan penciptaan ide inovatif dalam memajukan tujuan integrasi regional Asean. Kehadiran mereka di KTT ini sangat penting," kata Sekjen Kao Kim Hourn pada acara pembukaan Asean Think Tanks Summit (ATTS) di Sekretariat Asean di Jakarta, Selasa.

Menurut sekjen, sifat beragam dan dinamis dari tujuan komunitas Asean menuntut lebih dari sekadar kerja sama antarlembaga sehingga membutuhkan wawasan kreatif dan strategis dari lembaga pemikir dan lembaga akademis.

Sekjen menyemangati lembaga pemikir untuk menantang pemikiran konvensional dan mendorong batas-batas regionalisme guna menjawab pertanyaan tentang bagaimana Asean harus memperbarui strategi dan pendekatannya agar tetap tangguh dan relevan serta bagaimana Asean dapat terus menegakkan prinsip-prinsip inti yang telah mendukung keberhasilan selama ini sambil beradaptasi dengan dinamika geopolitik yang terus berubah.

"Saya berharapkey outcomedari ATTS perdana hari ini adalah sebuah memorandum yang merinci rekomendasi kebijakan konkret untuk dipertimbangkan pada KTT Asean ke-44 dan ke-45 di Vientiane, Laos mendatang," katanya.

Dia menjelaskan bahwa konsep ATTS awalnya diusulkan saat dirinya berdiskusi dengan Chairman of the Singapore Institute of International Affairs (SIIA), Associate Professor Simon Tay, dengan tujuan untuk menciptakan platform bagi pertukaran intelektual dan pengembangan ide kolaboratif yang memungkinkan Asean mengatasi tantangan regional yang kompleks dan memajukan upaya integrasi serta pembangunan komunitas regional.

Kolaborasi tersebut menggarisbawahi peran penting SIIA dalam Jaringan Asean Institutes of Strategic and International Studies (Asean-ISIS), katanya.

Jaringan Asean-ISIS adalah sebuah badan terakreditasi Asean yang tercantum dalam Annex II Piagam Asean. Didirikan pada 1988, jaringan tersebut berfungsi sebagai platform penting bagi lembaga pemikir yang terdaftar di Asean untuk terlibat dalam dialog dan diskusi mengenai prioritas regional dan berkontribusi dalam membentuk integrasi dan pembangunan Asean serta pembangunan Komunitas Asean.

Anggota Asean-ISIS mencakup Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Indonesia, Institute of Strategic and International Studies (ISIS) Malaysia, Institute of Strategic and Development Studies (ISDS) Filipina, Institute of Security and International Studies (ISIS) Thailand dan Singapore Institute of International Affairs (SIIA).

Institute of Policy and Strategic Studies (BDIPSS) Brunei Darussalam, Cambodian Institute for Cooperation and Peace (CICP) Kamboja, Institute of Foreign Affairs (IFA) Laos, Myanmar's Institute of Strategic and International Studies (MISIS) dan the Diplomatic Academy of Vietnam (DAV) juga tergabung dengan jaringan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Olahraga
Janice/Hunter Melaju ke Fin...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.