AS Mengkonfirmasi Kasus Flu Burung Tanpa Kontak dengan Hewan

Senin, 09 Sep 2024, 00:03 WIB

WASHINGTON - Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) pada hari Jumat (6/9), mengatakan seseorang di negara bagian Missouri menjadi orang pertama di AS yang memiliki hasil tes positif flu burung tanpa terpapar hewan yang terinfeksi.

"Pasien dewasa, yang memiliki kondisi mendasar, dirawat di rumah sakit pada tanggal 22 Agustus, menerima pengobatan antivirus untuk melawan influenza, kemudian pulih dan dipulangkan," bunyi pernyataan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centres for Control and Disease Prevention (CDC), dan Departemen Kesehatan dan Layanan Senior Missouri.

Ket. Foto: Pasien dewasa tersebut merupakan pasien ke-14 yang dinyatakan positif flu burung di AS pada tahun 2024. — Sumber: istimewa

Dikutip dariThe Straits Times, karena jenis flu pasien tampak mencurigakan pada tes awal, pasien tersebut dikirim untuk pengujian tambahan di laboratorium negara bagian dan federal, yang mengungkapkan itu adalah H5, juga dikenal sebagai flu burung.

Orang tersebut adalah orang ke-14 yang hasil tesnya positif flu burung di AS pada tahun 2024, dan orang pertama yang tidak diketahui melakukan kontak dengan hewan.

"Tidak ada infeksi H5 pada sapi perah yang dilaporkan di Missouri," kata departemen kesehatan Missouri, meskipunbeberapa kasus H5 pada kawanan ternak komersial atau ternak pekarangan dan burung liar telah dilaporkan.

Semua kasus flu burung sebelumnya di AS terjadi di kalangan pekerja pertanian, termasuk yang pertama pada tahun 2022.

Flu burung paling sering ditemukan pada burung liar dan unggas, tetapi baru-baru ini terdeteksi pada mamalia, dengan wabah ternak terjadi di seluruh negeri pada tahun 2024. Kadang-kadang, flu burung dapat menginfeksi manusia melalui kontak dekat atau lingkungan yang terkontaminasi.

"Meskipun risiko terhadap masyarakat sebagai rendah, keadaan dapat berubah dengan cepat seiring dengan semakin banyaknya informasi yang diperoleh,"kata CDC.

Dalam beberapa dekade sejak H5 ditemukan pada manusia, ada beberapa kasus langka di mana sumber hewan tidak dapat diidentifikasi, tetapi sejauh ini belum ada bukti penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia, yang akan meningkatkan tingkat ancaman secara signifikan.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Empat Wisatawan Terseret Ombak Saat Mandi di Pantai Tuturuga Minahasa, Kenzy Masih Hilang

Pemkot Tebing Tinggi Ajak Pelajar Budayakan Menabung

Kemenhut Pastikan Kebakaran Hutan di TN Way Kambas Sudah Padam, Seluruh Gajah Aman

Tol Cisumdawu Arah Bandung-Cirebon Ada Perbaikan, Kontraflow DIberlakukan

Pemerintah Tunjuk Sejumlah Menteri Tangani Karhutla Per Wilayah

6 Cara Mudah Kurangi Kerutan di Wajah Tanpa Perlu Perawatan Mahal ke Klinik

Pemkot Samarinda Perkuat Program Tamasya Wujudkan Kota Layak Anak

Anggota DPR Dorong Perlindungan Pekerja di Agam

Pemerintah Lakukan Pemutakhiran Data Bansos untuk Kurangi Salah Sasaran

Sambil Serap Aspirasi, Demokrat Jatim Gelar Lomba Rakyat Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Kapolda Lampung: Ratusan Personel Gabungan Berhasil Padamkan Karhutla di Way Kambas

Menekraf Ungkap Ekosistem Ekonomi Kreatif Solusi Tekan Pengangguran di Kota Malang

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.