Bagnaia Ingin Pulihkan Posisi

Sabtu, 07 Sep 2024, 06:55 WIB

MISANO ADRIATICO - Francesco Bagnaia telah melupakan kecelakaan di Aragon. Juara bertahan MotoGP berusaha merebut kembali posisi teratas dari Jorge Martin di Grand Prix San Marino akhir pekan ini. Dari keunggulan lima poin pekan lalu, pembalap Ducati Bagnaia tertinggal 23 poin dari Martin setelah akhir pekan yang buruk di Spanyol.

Bagnaia kecelakaan serius bertabrakan dengan Alex Marquez yang mengakhiri balapan keduanya. Bagnaia marah besar. Menurutnya, Marquez sengaja menyingkirkannya dari lintasan. Namun, Alex Marquez menegaskan bisa menghindari kontak jika saja Bagnaia member ruang.

Ket. Foto: Francesco Bagnaia — Sumber: Pierre-Philippe MARCOU / AFP

Dalam konferensi pers pra-balapan, Jumat (6/9), Bagnaia minta maaf kepada Alex Marquez atas reaksi kerasnya. Dia mengakui karena sangat marah setelah kejadian itu.

"Saya tidak bermaksud mengatakan dia sengaja membuat saya jatuh. Cara membalapnya memang agak agresif. Tapi itu normal saat bertarung untuk posisi podium," ujar Bagnaia.

Alex Marquez mengungkapkan telah bicara dengan Bagnaia secara pribadi dan masalah kini dianggap selesai. Sama seperti tahun lalu, ketika Bagnaia pulih dari kecelakaan besar GP Catalunya untuk berkompetisi di Misano, akan kembali balapan meskipun merasakan sakit.

Dia belum 100 persen, masih sangat sakit di bahu, sekitar tulang selangka dan leher. Dia merasa tidak bisa menggerakkan tubuh semestinya. Benturan sangat keras. Benda 170 kilogram berada di bahunya dan jatuh ke tanah. "Untungnya, tidak ada tulang patah, tapi otot dan ligamen cedera," jelas Bagnaia.

Kecelakaan tersebut, ditambah kemenangan Marc Marquez di GP pertamanya dalam tiga tahun terakhir, membuat persaingan gelar kembali terbuka lebar. Empat pembalap kini bersaing ketat dan delapan balapan tersisa musim ini.

Juara enam kali MotoGP, Marc Marquez, naik ke posisi ketiga di klasemen, satu poin di atas Enea Bastianini, setelah akhir pekan sempurna di kandang sendiri. Marquez memenangkan sprint dan GP di Aragon.

Pembalap berusia 31 tahun itu, yang membalap untuk tim satelit Ducati, Gresini, tertinggal 70 poin dari rekan senegaranya, Jorge Martin, yang membalap untuk Pramac. Martin belum memenangkan balapan sejak GP Prancis Mei lalu.

Meraih gelar ketujuh MotoGP akan menjadi prestasi luar biasa bagi Marc Marquez. Dia harus menghadapi berbagai operasi akibat patah tulang, beberapa kecelakaan, serta diagnosis diplopia (penglihatan ganda) selama beberapa musim terakhir. ben/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.