Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Perangi Perubahan Iklim Perlu Tindakan Kolektif

📅 Jumat, 06 Sep 2024, 02:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Untuk Perangi Perubahan Iklim Perlu Tindakan Kolektif Doc: ANTARA/Asri Mayang Sari
Ket. Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean pada acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (5/9/2024).

Jakarta - Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura Teo Chee Hean menilai bahwa dalam memerangi perubahan iklim diperlukan tindakan kolektif dan konsisten dari semua pemangku kepentingan.

"Melalui banjir dan gelombang panas, kita semua melihat bagaimana perubahan iklim dapat mempengaruhi kehidupan dan mata pencaharian. Memerangi perubahan iklim akan membutuhkan tindakan kolektif dan konsisten dari semua pemangku kepentingan," kata Teo Chee pada Indonesia International Sustainability Forum (ISF), di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis.

Teo menyebutkan bahwa dunia saat ini berada di jalur menuju pemanasan global 2,1 sampai 2,8 derajat Celsius pada tahun 2100 dan Asia harus menjadi yang terdepan dalam perubahan, karena Asia memiliki lebih dari separuh populasi dunia sekaligus merupakan salah satu mesin utama pertumbuhan ekonomi global.

"ISF hari ini mengumpulkan banyak pemangku kepentingan yang berkomitmen untuk memajukan ambisi Net Zero ASEAN. Ada banyak hal yang dapat kita lakukan bersama. Jadi, izinkan saya menyarankan tiga jalur keberlanjutan praktis utama menuju ASEAN nol bersih," katanya pula.

Jalur keberlanjutan pertama, katanya, membangun infrastruktur energi hijau. ASEAN diberkati dengan potensi energi terbarukan yang signifikan dan Indonesia sendiri memiliki sumber daya energi surya, angin, tenaga air, dan panas bumi yang melimpah.

"Kita dapat bekerja sama untuk mewujudkan potensi ini melalui visi kita tentang jaringan listrik Asia. Jaringan regional dapat lebih mencocokkan pasokan dengan permintaan. Negara-negara yang dapat menghasilkan lebih banyak energi terbarukan daripada yang mereka butuhkan dapat mengekspor kelebihannya," katanya.

Jalur keberlanjutan kedua, kata Menteri Keamanan Nasional Singapura ini, yakni peningkatan teknologi hijau baru dengan mengarusutamakan dan menurunkan biaya.

Penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS) memiliki peran penting untuk dimainkan dalam pencapaian target Net Zero. Teknologi CCS dapat menyimpan karbon dengan aman dan permanen di dalam tanah untuk mendekarbonisasi emisi.

"Kita perlu menyediakan sumber daya untuk mengembangkan teknologi yang dapat menurunkan biaya implementasi dan menjadikannya bagian yang layak dari jalur dekarbonisasi ASEAN," katanya.

Selanjutnya, jalur keberlanjutan ketiga adalah pembiayaan untuk proyek dekarbonisasi. Menurutnya, investasi keterampilan yang besar dalam energi terbarukan tidak dapat dibiayai hanya dari sektor publik maupun sektor swasta. Inisiatif pembiayaan dapat membantu mengurangi risiko, meningkatkan kelayakan bankability, dan menarik lebih banyak modal komersial.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

38 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

39 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
Daerah
Mau Tahu Alasan Dedi Mulyad...
Ekonomi
GoPay Permudah Masyarakat I...
Megapolitan
Waoooww….Warga Bandung ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.