Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menko PMK: Angka 'Stunting' di Bawah Standar WHO

📅 Kamis, 05 Sep 2024, 01:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menko PMK: Angka 'Stunting' di Bawah Standar WHO Doc: ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari
Ket. Menko PMK Muhadjir Effendy dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) percepatan penurunan stunting di Jakarta, Rabu (4/9).

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, menyebut, angka stunting di Indonesia sudah di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Hal tersebut didapat berdasarkan hasil pengukuran serentak pada sistem Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM).

Dia menjelaskan, beerdasarkan EPPBGM, sebanyak 18,7 persen balita berpotensi stunting. Adapun standar WHO untuk stunting yaitu di bawah 20 persen. "Hasil EPPGBM yang telah dilakukan secara serentak pada bulan Juni 2024 yang lalu untuk hitung yang kekurangan gizi dan gizi buruk, serta diduga stunting sekitar 18,7 persen," kata Muhadjir dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Percepatan Penurunan Stunting di Jakarta, Rabu (4/9).

Muhadjir menjelaskan, pada bulan Juni 2024, telah dilaksanakan pengukuran dan intervensi serentak pencegahan stunting. Sebanyak 300.188 posyandu dilibatkan hingga berhasil meningkatkan jumlah balita yang diukur secara signifikan, dan balita yang diukur mencapai 16.381.852 jiwa.

"Data by name by address (berdasarkan nama dan alamat) dari hasil pengukuran dan intervensi serentak yang telah dilakukan merupakan data penting sebagai titik awal untuk memberikan intervensi gizi dalam upaya pencegahan stunting," jelasnya.

Dia berharap peran semua pemangku kepentingan ke depan dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting dapat lebih fokus ke sasaran yang betul-betul berpotensi stunting. Di sisi lain, peningkatan kapasitas kader posyandu dan tenaga kesehatan.

"Data tersebut juga memberikan catatan perbaikan dalam keakuratan, penimbangan dan pengukuran, serta perlunya peningkatan kapasitas kader posyandu dan tenaga kesehatan dalam memberikan pengukuran," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Presiden (Wapres) RI Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasi tinggi atas capaian penurunan stunting selama lima tahun ke belakang. Dia menuturkan, dalam lima tahun, Indonesia bisa menurunkan prevalensi stunting sebesar 9,3 persen, atau rata-rata 1,85 persen per tahunnya.

"Kita patut bersyukur bahwa angka prevalensi stunting turun dari 30,8 persen pada tahun 2018 menjadi 21,5 pada tahun 2023. Penurunan ini satu setengah kali lebih cepat jika dibandingkan dengan periode tahun 2013-2018," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Kemenbud Targetkan 7.000 Ca...
Megapolitan
DPRD dan Pemkot Bogor Berha...
Ekonomi
Menkeu Suahasil Lantik 5 Pe...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.