Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pendidik Program Pendidikan Dokter Spesialis Butuh Teori Pendidikan

📅 Rabu, 04 Sep 2024, 00:15 WIB | Oleh:
Pendidik Program Pendidikan Dokter Spesialis Butuh Teori Pendidikan Doc: istimewa
Ket. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto.

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menilai, pendidik dalam Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) harus tersertifikasi. Menurutnya, pendidik PPDS juga harus belajar teori pendidikan, sebab kemampuan klinis saja belum cukup untuk menyampaikan pengetahuan.

"Bagi pendidik klinis itu harus punya metode bagaimana membimbing dan mentoring mahasiswanya," ujar Edy, kepada Koran Jakarta, Selasa (3/9).

Dia menerangkan, sering kali pendidik pada program spesialis adalah mereka yang mahir di klinis tapi tidak dibekali kemampuan sebagai pendidik. Menurutnya, pendidik pada program spesialis dari klinis yang tidak memiliki keterampilan pendidikan akan mengajar sesuai pengalamannya.

"Dulu diajari sama seniornya dengan dibentak-bentak, maka ketika jadi pendidik maka cara itu yang dilakukan," jelasnya.

Sebelumnya seorang mahasiswi PPDS Fakultas Kedokteran (FK) Undip Semarang Aulia Risma Lestari meninggal dunia diduga berkaitan dengan perundungan. Hal tersebut semakin diperparah dengan kejadian ayah Aulia, Moh Fakhruri juga meninggal dunia.

Penguatan Regulasi

Terkait kasus PPDS, Edy mendesak pemerintah segera mengeluarkan aturan turunan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Menurutnya, undang-undang ini sudah mengatur banyak norma terkait pendidikan kedokteran.

Dia menambahkan, pemerintah harus segera menerbitkan aturan turunan UU Kesehatan. Termasuk aturan turunan soal konsil dan kolegium yang nantinya menyusun standar kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga medis. Dalam hal ini termasuk standar pendidikan.

"Kolegium ini bersifat independen dan terdiri dari guru besar dan para spesialis atau subspesialis," katanya,

Edy menjelaskan, sesuai UU Kesehatan, kolegium lah yang memiliki tugas pokok dan tanggung jawab untuk menyusun standar pendidikan profesi, standar kompetensi profesi, lalu proses pembelajaran pendidikan profesi dan spesialis. Selain itu juga penilaian atau uji kompetensi nasional pendidikan profesi dan spesialis.

"Kolegium juga yang mengeluarkan sertifikat untuk calon pendidik klinis," terangnya.

Secara terpisah, Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran UNDIP, Muflihatul Muniroh, berkomitmen untuk tetap terbuka dalam investigasi atas meninggalnya mahasiswa PPDS UNDIP. Pihaknya akan membuat beberapa sistem perubahan pada sistem pendidikan, terutama di bagian evaluasi dan monitoring.

"Sistem monitoring dan evaluasi kita buat lebih ketat lagi. Hal ini tidak bisa kita lakukan sendiri, karena 90% aktivitas klinis dari mahasiswa PPDS ini dilakukan di Rumah Sakit. Dalam hal ini adalah RSUP Dr. Kariadi," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

53 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.