Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bogor Bangun Generasi Emas

📅 Selasa, 03 Sep 2024, 03:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bogor Bangun Generasi Emas Doc: ANTARA/HO-Humas Pemkab Bogor
Ket. Para peserta sosialisasi generasi emas bebas stunting di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BOGOR - Generasi emas terus dibangun Kabupaten Bogor. Kali ini bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengampanyekan generasi emas yang bebas stunting.

Kabid Aplikasi dan Teknologi Diskominfo Kabupaten Bogor, Dadang Imansyah, di Cibinong, Senin, mengungkapkan kegiatan ini salah satu bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai cara pencegahan stunting.

Dia menjelaskan, permasalahan stunting merupakan tantangan besar yang harus dihadapi. Sebab tidak hanya dapat menghambat pertumbuhan fisik anak, melainkan juga berdampak pada perkembangan otak dan potensi mereka masa mendatang.

Dadang menjelaskan, upaya yang telah dilakukan Pemkab Bogor untuk percepatan penurunan stunting, antara lain, melalui gerakan orang tua asuh.

Selain itu, juga gerakan pemberian makanan tambahan dengan gizi. Ini baik kepada anak dengan kondisi stunting maupun ibu hamil kategori kurang energi kronis (KEK).

Kegiatan tersebut, katanya, dilakukan secara serentak oleh seluruh perangkat daerah dan kecamatan Kabupaten Bogor. Kegiatan dikomando langsung Bupati Bogor Asmawa Tosepu. "Gerakan penurunan stunting melalui program orang tua asuh yang telah dicetuskan Pj Bupati Bogor ini merupakan bukti nyata kepedulian kita terhadap masa depan generasi emas bangsa," ujar Dadang.

Melalui gerakan orang tua asuh, Pemkab Bogor berupaya memutus mata rantai stunting. Hal ini untuk memberikan dukungan nutrisi yang baik, stimulasi tumbuh kembang, serta pemantauan kesehatan secara berkala.

Tentunya ini diyakini dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi emas yang berkualitas.

Person in Charge (PIC) Tim Produksi Konten dan Diseminasi Informasi Bidang Kesehatan Kementerian Kominfo, Sapta Dewi Anggraeni, menerangkan, generasi emas (gemas) adalah inisiasi dan upaya Kemenkominfo untuk mengedukasi masyarakat.Ini juga untuk menyebarkan pentingnya mencegah dan mempercepat penurunan stunting.

Menurut Sapta, stunting saat ini masih menjadi tantangan besar yang harus dihadapi bangsa. Ini khususnya terkait dengan pertumbuhan dan perkembangan generasi penerus.

Lebih jauh Sapta menyatakan, berkat kolaborasi pemerintah, pemangku kepentingan, serta swasta selama 10 tahun ini membuat bangsa Indonesia mencapai beberapa tujuan.

Salah satunya angka kematian bayi turun dan penurunan angka prevalensi stunting dari 27,2 menjadi 21,5 persen pada tahun lalu.

"Melalui kegiatan gemas kita ingin melibatkan masyarakat Kabupaten Bogor berpartisipasi menurunkan stunting Kabupaten Bogor," ujar Sapta. Ant/G-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.