BPBD Cianjur Siagakan 1.000 Relawan Hadapi Musim Kemarau
Senin, 02 Sep 2024, 16:43 WIBCIANJUR - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menyiagakan sekitar 1.000 Relawan Tangguh Bencana (Retana) di setiap desa dan kecamatan untuk menghadapi kemarau, terutama melakukan pendataan dan permintaan air bersih akibat dampak kemarau.
Kepala Pelaksana BPBD Cianjur Asep Sukma Wijaya di Cianjur, Senin, mengatakan, meski sejumlah kecamatan dilaporkan mengalami kesulitan air akibat kemarau, namun pihaknya belum mendapat permintaan pasokan air bersih dari masyarakat.
"Kami sudah meminta relawan atau masyarakat langsung mengajukan permintaan pasokan air melalui desa atau langsung ke BPBD Cianjur, tercatat sejumlah kecamatan sudah mengalami kesulitan air bersih, namun belum ada pengajuan permintaan," katanya.
Pengajuan dapat melalui relawan, pemerintah desa, dilanjutkan ke BPBD Cianjur, sehingga pihaknya menindaklanjuti dengan mengirim truk tangki air bersih ke wilayah terdampak yang mengajukan permohonan, termasuk berkoordinasi dengan PDAM dan PMI Cianjur.
"Nanti surat pengajuan menjadi dasar kami untuk berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur dan PerumdaTirta Mukti Cianjur guna mengirimkan air bersih ke wilayah terdampak kemarau," katanya.
Sementara warga Kampung Bolang, Desa Cimanggu, Kecamatan Cibeber, sejak satu bulan terakhir terpaksa menggunakan air Sungai Cikondang untuk kebutuhan mandi dan mencuci karena sumber mata air atas menghilang termasuk sumur milik warga mengering.
Setiap pagi dan sore ungkap warga harus berjalan kaki hingga 1 kilometer ke pinggir sungai untuk mencuci, mandi dan kegiatan lainnya karena tidak lagi memiliki sumber air di tengah perkampungan.
"Untuk minum dan kebutuhan memasak kami membeli air kemasan atau galon, sedangkan untuk mencuci dan mandi biasanya ke Sungai Cikondang bersama warga lain, karena air di kolam dan sumur warga sudah mengering sejak sebulan terakhir," kata warga Desa Cimanggu, Naraya (32).
Tidak hanya warga dari Desa Cimanggu, setiap hari warga dari desa lainnya memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan yang sama, karena sumur dan kolam yang biasa menampung air di perkampungan sudah mulai mengering.
"Kami berharap kemarau tidak panjang dan segera turun hujan karena setiap hari harus ke sungai cukup berat dan kami berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah," katanya. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara, Opik
Berita Terkait:
-
Viral Video Narapidana Santai di Kafe, Karutan Kendari Minta Maaf
-
Messi Nilai Prancis, Spanyol, dan Brasil Jadi Ancaman Besar Argentina di Piala Dunia 2026
-
Polres Garut Selidiki Kasus Santriwati yang Menjadi Korban Asusila Pimpinan Pondok Pesantren
-
Latvia: Permata Baltik yang Masih Lestari hingga Pemilik Internet Tercepat
-
Sambut Idul Adha, Menag Nasaruddin Umar Ajak Umat Islam Tingkatkan Amalan Ibadah
-
Papua Pegunungan Digenjot Program Sekolah Rakyat hingga Unggul Garuda, Ini Tujuannya
-
POTEK Dance Fest 2026, Ajang Kompetisi Dance Paling Bergengsi di Indonesia!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.