Kemendikbud: Betandak Dangkong Jadi Ajang Diplomasi Budaya

Minggu, 01 Sep 2024, 09:21 WIB

JAKARTA -Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IV Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek Jumhari menyampaikan Betandak Dangkong menjadi ajang diplomasi budaya dengan pelibatan penari dari negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura.

Ket. Foto: Sejumlah penari menari dalam kegiatan Betandak Dangkong Ke-2 2024 di Karimun, Kepulauan Ria, Jumat (31/8/2024) malam. — Sumber: ANTARA/HO-BPK IV Dirjen Kebudayaan Kemendikbudrist
"Betandak Dangkong yang digelar malam ini (30/8)) mengembalikan khasanah aslinya, yaitu tari pergaulan. Kegiatan ini juga membuktikan ekosistem Dangkong mampu menembus teritorinya, terbukti dari keikutsertaan penari asal Malaysia dan Singapura dan seterusnya akan menjadi diplomasi budaya," katanya dalam siaran pers diterima di Jakarta, Sabtu (31/8).

Hal tersebut dia sampaikan dalam kegiatan Betandak Dangkong Ke-2 2024 di Karimun, Kepulauan Riau pada Jumat (31/8) malam. Kegiatan tersebut pertama kali digelar pada 2023 di Gang Awang Nur Karimun.

Dia menjelaskan Dangkong merupakan interaksi kesenian pergaulan rakyat yang tumbuh dari dasar elemen sosial. Kehadiran Dangkong menciptakan ruang publik yang mempertemukan semua lapisan masyarakat, dari level umum hingga khusus.

Demi menghadiri Betandak Dangkong itu, masyarakat Karimun beramai-ramai menuju Lapangan Leho yang tidak jauh dari Jembatan Sanur Karimun.

Mereka berkumpul dengan setelan baju kurung Melayu terbaiknya. Tidak berselang lama, puluhan penari melewati barisan penonton. Mereka berasal dari beragam daerah, mulai dari kabupaten/kota di Kepulauan Riau, Pulau Sumatera, Bali, hingga Singapura dan Malaysia.

Tabuh gendang dan bunyi gong menjadi nyawa tarian tersebut dan menginspirasi terbentuknya nama Dangkong.

Pada 2015, Joget Dangkong diakui sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Kebudayaan RI. Joget Dangkong awalnya merupakan hiburan keliling yang disajikan di perkampungan nelayan Melayu.Dangkong jugatarian pergaulan bagi masyarakat Melayu pesisir di Kepulauan Riau. Ciri khas Joget Dangkong adalah penari menari dengan sesuka hati.

Dalam kesempatan yang sama, Jumhari juga mengungkapkan rasa bangga terhadap komunitas sanggar yang dibangun oleh anak-anak milenial. Komunitas itu dibentuk atas dasar kesadaran melestarikan kebudayaan di tengah badai modernisasi.

Betandak Dangkong 2024 juga melibatkan beragam komunitas sanggar, di antaranya Angsana Dance, Orkes Melayu Tun Harmoni, Sanggar Baswara, Sanggar Mawar Tanjoeng, Dian Dancers, Sanggar Seni Kledang, Sanggar Seni Nusa Kirana, Jegeg Gayatri, dan Sanggar Seni Sirih Junjung.

Selain itu, Sanggar Wan Dance Studio, Dansa Fusion, PLS. Saujana Madani, Sanggar Seni Langgam Selatan, dan Sanggar Tuah Betung.

Bertandak Dangkong 2024juga menjadi kesempatan mengenang maestro Dangkong dari Pulau Moro, yaitu Mak Long yang sampai saat ini karyanya berkontribusi besar dalam pelestarian kesenian Dangkong.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Event Budaya Lokal Dipadukan Sport dan Lifestyle Bakal Perkuat Pengembangan Mandalika

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.