Tiap Kecamatan Harus Miliki SMA

Jumat, 30 Agu 2024, 03:03 WIB

Mendikbudristek Nadiem Makarim memprioritaskan agar setiap kecamatan memiliki SMA. Kehadiran SMA sangat penting terutama di wilayah 3T.

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, akan memprioritaskan setiap kecamatan untuk memiliki SMA. Menurutnya, saat ini masih ada sejumlah kecamatan yang belum memiliki SMA.

Ket. Foto: Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, Kamis (29/8). — Sumber: Koran Jakarta/M.Ma'ruf

"Jadi salah satu prioritas kita bahwa harus ada SMA di setiap kecamatan," ujar Nadiem, dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI, di Jakarta, Kamis (29/8).

Dia menjelaskan, kehadiran SMA di tiap kecamatan sangat penting terutama di wilayah-wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Dengan demikian, murid tidak harus mengeluarkan biaya besar untuk perjalan ke sekolah.

Nadiem menambahkan, dengan adanya sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), pihaknya sudah mengetahui kecamatan mana saja yang belum memilili SMA. Adapun pembangunan SMA nantinya juga akan mempertimbangkan keberadaan sekolah swasta.

"Kami sudah berhasil memetakan di mana tempatnya dan bukan per kecamatan, bahkan berapa di kecamatan itu berapa jumlah bangku yg dibutuhkan dan konsiderasi juga dengan perbandingan apakah ada institusi swasta di kecamatan tersebut," jelasnya.

Dia juga menyinggung soal masih adanya sekolah yang belum layak. Meski butuh anggaran besar, pihaknya juga akan mengakselerasi renovasi sekolah, terutama di wilayah 3T.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan PUPR dan kami akan berjuang untuk 2025 program-program apa saja yg bisa mengakselerasi proses renovasi dari kerusakan berat di sekolah, terutama di daerah 3T," katanya.

Anggaran Menurun

Pada kesempatan tersebut, Nadiem juga akan mencari solusi atas pengurangan anggaran kementeriannya. Adapun anggaran Kemendikbudristek tahun 2025 sekitar 83 triliun rupiah atau turun sekitar 15 triliun rupiah dari tahun 2024.

"Kami juga cari solusi menyeimbangkan semua target kita untuk tahun dengan adanya penurunan 15 T. Ini bukan suatu hal mudah," ucapnya.

Nadiem menekankan, berapapun anggaran yang nanti didapat Kemendikbudristek harus bisa dilaksanakan sebaik mungkin. Jika demikian, akan ada beberapa target program yang diturunkan dari target sebelumnya.

"Mau tidak mau akan terjadi. Kami minta dukungan Komisi X DPR untuk melewati jalur politik untuk bisa membantu dan meningkatkan anggaran kita selama sebelum ini diturunkan. Tidak harus memotong, kalau tidak meningkat, paling tidak anggaran yang sama," terangnya.

Untuk itu, Kemendikbudristek mengajukan usulan tambahan anggaran pada 2025 guna mengoptimalkan implementasi program-program prioritas.

Nadiem mengatakan Pagu Anggaran Kemendikbudristek TA 2025, sebesar 83,19 triliun rupiah menyebabkan belum optimalnya pembiayaan program wajib dan prioritas, seperti Program Indonesia Pintar, KIP Kuliah, tunjangan guru dan dosen, program literasi bahasa dan kesastraan.

"Pagu Anggaran Kemendikbudristek TA 2025 itu lebih rendah 14,51 triliun rupiah dibandingkan Pagu Anggaran TA 2024. Nah ini menyebabkan ketidakoptimalan dalam program-program wajib dan prioritas kami, termasuk bantuan operasional perguruan tinggi negeri (BOPTN) dan lain-lain," kata Nadiem.

Program lain yang juga berdampak, lanjutnya, adalah program peningkatan kualitas guru, agenda seni budaya, pendampingan kualitas pendidikan, revitalisasi PTN, dan Program SMK Pusat Keunggulan.

Karena itu, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran sebesar 26,4 triliun rupiah yang akan dialokasikan untuk 6 klaster program prioritas. Pertama, tambahan anggaran sebesar 3,8 triliun rupiah diusulkan untuk program PAUD dan Wajib Belajar 12 Tahun.

Untuk program Kualitas Pengajaran dan Pembelajaran, pihaknya mengusulkan tambahan anggaran sebesar 7,7 triliun rupiah. Program lain yang diusulkan untuk mendapatkan tambahan anggaran secara signifikan ialah Program Pendidikan Tinggi sebesar 9,9 triliun rupiah.

Selain itu, program Pemajuan dan Pelestarian Bahasa dan Kebudayaan juga diusulkan untuk mendapat tambahan anggaran sebesar 1,4 triliun rupiah. Kemudian, Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi, pihaknya juga mengusulkan tambahan anggaran sebesar 2,2 triliun rupiah.

Adapun program terakhir yang diusulkan oleh Mendikbudristek untuk mendapat tambahan anggaran adalah Program Dukungan Manajemen sebesar 1,4 triliun rupiah. n ruf/S-2

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.