Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kedatangan Paus Fransiskus Jadi Simbol Toleransi

📅 Kamis, 29 Agu 2024, 01:10 WIB | Oleh:
Kedatangan Paus Fransiskus Jadi Simbol Toleransi Doc: Koran Jakarta/Wahyu AP
Ket. Konferensi Pers Kedatangan Paus -- Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr Antonius Subianto Bunjamin, OSC (kedua kiri) bersama Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo (kedua kanan) dan Ketua Panitia Pelaksana Panitia Kunjungan Bapa Suci Fransiskus, Ignasius Jonan (kanan) memberikan keterangan pers mengenai kunjungan Paus Fransiskus dalam perjalanan Apostolik ke Indonesia, di kantor KWI, Jakarta, Rabu (28/8).

JAKARTA - Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyatakan kedatangan Paus Fransiskus ke Indonesia menjadi simbol toleransi, khususnya bagi umat islam dan katolik. Adapun pada awal September, Paus Fransiskus akan datang ke Indonesia dan rencananya akan juga mengunjungi Masjid Istiqlal.

"Istiqlal dan Katedral tidak hanya simbol toleransi Islam dan Katolik, tetapi juga agama lain, karena sesungguhnya secara reguler di Istiqlal maupun Katedral kita sering melakukan dialog antar agama," ujar Nasaruddin, usai Seminar Keberagaman di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, di Jakarta, Rabu (28/8).

Dia menyebut, sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia memiliki tanggung jawab besar untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang damai dan menghormati perbedaan. Menurutnya, momen kedatangan Paus Fransiskus harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

"Ini adalah kesempatan emas bagi kita untuk menunjukkan keramahan Indonesia yang sesungguhnya. Mari kita buktikan bahwa orang Indonesia selalu ramah dalam menerima tamu, siapa pun mereka," jelasnya.

Rektor Unika Atma Jaya, Yuda Turana, menerangkan, pihaknya menggelar seminar nasional yang berjudul "Agama dan Kemanusiaan: Lintas Keyakinan Menuju Persaudaraan Sejati" untuk menyambut kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus ke Indonesia.

Pihaknya akan selalu mengedepankan nilai-nilai intinya juga selalu menanamkan prinsip persaudaraan sejati dan menghargai setiap perbedaan yang ada.

Dia menambahkan, kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia membawa pesan iman, persaudaraan dan kasih. Pesan tersebut harus dijaga dan dirawat di negeri Indonesia yang memiliki masyarakat yang beragam suku budaya maupun agamanya.

"Kedatangan Paus Fransiskus diharapkan semakin menguatkan Bangsa Indonesia untuk membangun negara dalam semangat persaudaraan sejati," katanya.

Uskup Keuskupan Agung Jakarta, Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo menyampaikan, pentingnya memperkuat persaudaraan serta berujung pada tindakan nyata, terutama terhadap sesama dan lingkungan. Menurutnya, masalah lingkungan yang kompleks menuntut kita untuk menggabungkan berbagai ilmu disiplin, didukung oleh kekuatan doa, dan diwujudkan dalam tindakan nyata.

"Dengan demikian, kita tidak hanya menjadi umat beriman yang taat, tetapi juga menjadi warga yang bertanggung jawab," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.