Kabupaten Lebak Produksi Ikan Budi Daya 2.000 Ton

Kamis, 29 Agu 2024, 03:29 WIB

LEBAK - Produksi perikanan budi daya pada semester 1 (Januari - Juli 2024) di Kabupaten Lebak mencapai 2.112 ton dengan perputaran uang 66 miliar.

Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budi Daya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan di Rangkasbitung, Lebak, Rabu, mengatakan produksi perikanan sebanyak 2.112 ton itu dari tujuh media budi daya dengan jenis ikan vaname, nila, mas, lele, gurame, patin dan bawal tawar.

Ket. Foto: Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budidaya Dinas Perikanan Kabupaten Lebak Dodi Hermawan. — Sumber: ANTARA/Mansur

Ia merinci produksi terdiri dari ikan vaname 410,52 ton, ikan mas 540, 05 ton, ikan nila 538,11 ton, lele 595,12 ton, ikan gurame 8,44 ton, patin 7,10 ton dan ikan bawal tawar 12,66 ton. Sedangkan, dari tujuh media budi daya ikan melalui tambak dengan produksi 410 ton, kolam 1.69 ton, keramba 0,49 ton, jaring apung 8,68 ton dan minapadi 1,50 ton.

"Kami mendorong peternak ikan budi daya terus meningkatkan produksi sampai target Desember 2024 sebanyak 4.000 ton," kata Dodi. Menurut dia, untuk meningkatkan produksi ikan tawar perlu dilakukan bimbingan teknis (bimtek) pelatihan kepada pembudidaya ikan dengan pembuatan produksi pakan mandiri.

Selama ini, permasalahan yang dikeluhkan para pelaku usaha budi daya perikanan tawar itu tingginya harga pakan, sehingga mereka kesulitan untuk mengembangkan usaha pangan ikan. Pihaknya memfokuskan memberikan bimtek pelatihan kepada peternak pembudidaya ikan tawar agar mampu memproduksi pakan mandiri.

Produksi pakan ikan bisa menggunakan bahan baku yang ada di lingkungan sekitar, seperti dedak gabah, dedak pabrik tahu juga ikan ruyak atau ikan yang sudah tidak layak dikonsumsi juga dedaunan. Apabila, para pembudidaya ikan tawar itu mampu memproduksi pakan mandiri dipastikan usaha pembudidaya ikan berkembang dan menjadi andalan ekonomi masyarakat juga bisa terwujud swasembada ikan tawar.

Pemerintah daerah melalui Surat Edaran Bupati mewajibkan seluruh desa mengalokasikan 20 persen dana desa untuk ketahanan pangan, di antaranya pengembangan kampung budi daya ikan patin. Saat ini, permintaan ikan patin cukup besar untuk memenuhi permintaan pasar Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Ant/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.