Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Junta Berpotensi Kehilangan Rakhine

📅 Rabu, 28 Agu 2024, 02:50 WIB | Oleh:
Junta Berpotensi Kehilangan Rakhine Doc: AFP
Ket. Warga Kabur l ­Sejumlah warga desa di Pauktaw, Negara Bagian Rakhine barat, Myanmar, kabur saat terjadi bentrokan bersenjata antara tentara junta dan kelompok bersenjata etnis pada November lalu. Pada Selasa (27/8), International Crisis Group melaporkan bahwa junta Myanmar berada di ambang pengusiran dari Rakhine.

YANGON - Junta Myanmar berada di ambang pengusiran dari negara bagian paling barat yang berbatasan dengan Bangladesh, menurut sebuah laporan baru, menandai salah satu kerugian militer terbesar sejak kudeta tahun 2021 yang menyebabkan konflik sipil baru di seluruh negeri.

Tentara Arakan telah mencapai kemajuan pesat di Negara Bagian Rakhine sejak November 2023 dan akan menjadi wilayah terbesar yang dikuasai oleh kelompok etnis bersenjata sejak kudeta, menurut International Crisis Group dalam sebuah laporan pada Selasa (27/8).

Dibentuk di perbatasan Tiongkok, kelompok bersenjata ini bertanggung jawab atas sejumlah kekalahan telak yang dialami junta militer di medan pertempuran selama setahun terakhir. Kemenangan tersebut menggalang kelompok etnis bersenjata lainnya dan pejuang pro-demokrasi untuk menggulingkan rezim militer yang dipimpin oleh pemimpin kudeta, Min Aung Hlaing.

"Tentara Arakan sedang dalam proses membentuk negara proto yang berpenduduk lebih dari satu juta orang di perbatasan Myanmar-Bangladesh," kata International Crisis Group dalam laporan tersebut. "Meskipun militer Myanmar membalas dengan serangan tanpa pandang bulu dan blokade yang menyebabkan kesulitan ekonomi yang besar, kelompok bersenjata terus melanjutkan serangannya," imbuh laporan tersebut.

Laporan lain menunjukkan militer telah kehilangan kendali atas sebagian besar kota-kota di negara itu, dan pada Juli lalu, militer kembali memperpanjang peraturan darurat ketika situasi keamanan memburuk.

Yang memperparah masalah-masalah tersebut adalah kondisi ekonomi yang memburuk, dengan 76 persen penduduknya hidup di bawah atau hampir mencapai penghidupan yang layak, menurut Program Pembangunan PBB pada April.

Tentara Arakan telah mencapai kemenangan penting di sepanjang pantai Rakhine, dan kini siap menyerang Sittwe, ibu kota negara bagian tersebut. Sasaran utamanya adalah kota kepulauan Kyaukphyu, yang menjadi tuan rumah proyek infrastruktur penting Tiongkok.

Kekerasan Berlanjut

Rakhine juga merupakan rumah bagi populasi Rohingya yang rentan di Myanmar. Bulan Agustus ini menandai tujuh tahun sejak dimulainya operasi militer yang memaksa sekitar 700.000 orang melintasi perbatasan ke Bangladesh, peristiwa yang kemudian ditetapkan oleh AS sebagai genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Kekerasan terhadap kelompok minoritas Muslim terus berlanjut. Volker Turk, kepala hak asasi manusia PBB, pekan lalu menyatakan kekhawatiran besar mengenai situasi yang memburuk secara tajam di Rakhine, di mana ratusan warga sipil dilaporkan terbunuh saat mereka melarikan diri dari pertempuran.

Menurut informasi yang didokumentasikan oleh Kantor Hak Asasi Manusia PBB, baik militer maupun Tentara Arakan telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan penganiayaan terhadap etnis Rohingya, termasuk pembunuhan di luar proses hukum, beberapa diantaranya melibatkan pemenggalan kepala, penculikan dan perekrutan paksa.

Apakah Tentara Arakan dapat memanfaatkan sumber daya ekonomi di Rakhine setelah junta bubar masih merupakan tantangan besar, kata Thomas Kean, konsultan senior Crisis Group untuk Myanmar dan Bangladesh. ST/Bloomberg/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Mengenaskan! Parade Kereta ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.